(Beritadaerah – Nasional) Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Penyaluran Dana Bergulir untuk Koperasi dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis (23/7), di Istana Negara, Jakarta, menyampaikan telah melihat tren aktivitas ekspor naik dibanding bulan Mei maupun Juli. Ditegaskan oleh Presiden agar momentum-momentum ini jangan dilewatkan.

”Koperasi juga sama, saya ingin indikator-indikator yang tadi saya sampaikan itu diikuti gerakan koperasi secepat-cepatnya juga memberikan dorongan pinjaman kepada pelaku-pelaku usaha, utamanya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” tutur Presiden

Presiden mengaku senang karena telah disiapkan oleh Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPDB) Rp1 triliun. Kepala Negara berpesan agar hal ini segera diberikan kepada koperasi-koperasi dan selanjutnya juga diberikan kepada anggota-anggotanya pelaku usaha secepat-cepatnya.

”Kesempatan kita di bulan Juli, Agustus, September,” ujar Presiden yang juga menyampaikan hal sama kepada semua menteri untuk belanja dari anggaran dan pendapatan belanja negara (APBN) pada tiga bulan tersebut.

Menurut Presiden, bantuan modal kerja ini akan memperbaiki likuiditas dari koperasi sebagaimana telah disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM yang nilainya dari Rp2 miliar sampai Rp50 miliar dan bunganya juga telah diberitahukan menurun 3% sehingga sangat kompetitif.

Jadi, Presiden menegaskan bahwa semua koperasinya bergerak, sebentar lagi di awal Agustus ini juga akan diberikan bantuan modal kerja produktif pada 12 juta UMKM yang diharapkan akan mengungkit ekonomi kita sehingga total nilai sebagaimana disampaikan Menteri KUKM kurang lebih Rp381 miliar.

”Saya kira ini juga angka yang dan jangan berhenti besok tambah lagi, besok tambah lagi, minggu depan tambah lagi, minggu depan tambah lagi sehingga koperasi-koperasi yang kita miliki betul-betul likuiditasnya baik dan bisa memberikan pinjaman kepada para anggotanya,” tuturnya.

Presiden minta agar jangan menunggu ke pelaku usaha untuk membantu, jadi gunakan tambahan modal kerja produktif untuk menggerakkan ekonomi, utamanya yang berada di daerah.

”Sekali lagi saya harapkan ini adalah awal dari pemberian bantuan likuiditas pada koperasi dan kita harapkan jumlah yang tadi saya sampaikan Rp1 triliun itu betul-betul nanti segera bisa disalurkan secepat-cepatnya kepada koperasi-koperasi yang ada di tanah air,” pungkas Presiden.

 

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About The Author

Related Posts