Kemenparekraf Dorong Sektor Pariwisata Terapkan Protokol Kesehatan dengan Benar

(Beritadaerah – Nasional) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/ Baparekraf) menggelar Seminar Daring bertajuk “Adaptasi Kebiasaan Baru yang Sehat, Aman, dan Produktif Bagi Para Pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” pada hari Rabu (22/7). Dalam seminar tersebut Kemenparekraf/Baparekraf menyatakan bahwa menerapkan protokol kesehatan dengan benar menjadi kunci utama dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru.

Analisis Kebijakan Kemenparekraf, Noviendi Makalam yang hadir seminar daring tersebut mengatakan hingga kini pandemi COVID-19 belum berakhir. Meski secara umum grafik kasus mengalami penurunan dan tingkat kesembuhan makin tinggi, tetapi kasus baru masih terjadi.

“Sampai saat ini, belum ditemukan vaksin untuk menyembuhkan penyakit COVID-19 ini. Akan tetapi, aktivitas masyarakat harus terus berjalan untuk menggerakkan perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat perlu membiasakan diri pada aturan atau protokol kesehatan yang telah dibentuk oleh pemerintah,” kata Noviendi dalam siaran pers yang diterima Beritadaerah.co.id, Rabu (23/7) malam.

Protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) harus diterapkan dengan benar dan disiplin sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, khususnya bagi para pelaku usaha maupun konsumen di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sementara itu Tenaga Ahli Menteri Bidang Regulasi Kemenparekraf Santi Paramita, memaparkan bahwa COVID-19 memunculkan tatanan dan perilaku baru masyarakat, sehingga dibutuhkan kreativitas dan adaptasi yang cepat, baik pelaku usaha parekraf maupun konsumen. Adaptasi yang cepat ini adalah bentuk upaya untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan pelaku usaha parekraf dan masyarakat.

Santi Paramita juga menambahkan agar adaptasi kebiasaan baru ini dijalankan dengan benar dan sesuai SOP, maka dari itu Kemenparekraf telah meluncurkan handbook sebagai panduan protokol kesehatan untuk para pelaku parekraf dalam mempersiapkan diri serta memberikan jaminan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan yang tinggi akan produk serta pelayanan yang diberikan kepada konsumen.

Sementara itu, Senior Medical Editor Alodokter dr. Ciho Olfriani, mengatakan sektor pariwsata sulit untuk menerapkan phsycal distancing. Mengingat kegiatannya selalu berdampingan dengan wisatawan dan masyarakat luas. Hal ini yang membuat sektor pariwisata masuk ke dalam kategori medium esposure risk atau risiko cukup tinggi terhadap penyebaran COVID-19.

Dr. Ciho juga menambahkan protokol kesehatan perlu dilakukan secara benar dan tepat agar adaptasi kebiasaan baru berjalan dengan efektif. Dengan penerapan yang baik maka aktivitas dapat terhindar dari penyebaran COVID-19.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).