Bekas Lokasi Persembunyian Pejuang di Gua Sigrowong, Temanggung (Foto: Kemkominfo)

Bekas Persembunyian Pejuang Jadi Obyek Wisata di Temanggung

(Beritadaerah – Wisata Nusantara) Jawa Tengah memiliki beberapa lokasi wisata alam baik yang sudah dipoles dengan berbagai sarana, maupun yang masih asri namun berpotensi menjadi daerah tujuan wisata.

Salah satu lokasi wisata yang sudah mulai dikenal dan kini juga sudah dibuka lagi dimasa pandemi adalah Wisata Alam Sigrowong, Desa Gesing, Kecamatan Kandang, sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Temanggung, Jawa Tengah. Wisata alam ini berupa kawasan hutan nasional dengan gua kecil yang konon bekas persembunyian para pejuang kemerdekaan.

Suasana tempat ini, begitu sampai di area parkir, pengunjung sudah bisa merasakan angin bertiup lembut dan menghirup udara segar. Sejumlah payung warna-warni dipasang pada bagian atas tepat di depan pintu masuk kawasan wisata, untuk memberi kesan welcome yang meriah.

Warung-warung makanan ditempatkan rapi pada deretan sebelah kiri, sekitar 50 meter dari arah masuk. Pengunjung bisa menikmati kopi dan jajanan ringan sembari menikmati pemandangan. Tersedia juga toilet yang cukup bersih dengan kondisi air pegunungan yang jernih.

Suasana hutan memberikan banyak spot foto yang bagus. Pengunjung juga bisa bersantai setelah menempuh jalan yang menanjak dan menurun dalam kawasan hutan. Tersedia bangku-bangku dan tempat naungan dari papan yang sengaja dibuat untuk tempat beristirahat. Cahaya matahari yang masuk dari sela dedaunan di hutan adalah spot dan suasana paling disukai para pengunjung.

Obyek wisata ini dikelola oleh pihak Desa Gesing. Sejak awal pandemi sekitar Maret, kawasan wisata yang dulunya merupakan bekas lokasi persembunyian para pejuang masa penjajahan ini sempat ditutup. Seiring dengan menyusutnya temuan kasus positif Corona di Temanggung, kawasan wisata ini kembali dibuka untuk pengunjung.

Gunadi (45), pengelola Wisata Alam Sigrowong, Selasa (21/7/2020), mengungkapkan, sebelum pandemi Covid-19 pihaknya mampu menjual rata-rata 22 bundel tiket per hari pada jam buka antara pukul 08.00 – 17.00 wib. Tiap satu bundel berisi 100 lembar, dengan harga tiket Rp5.000 per lembar. Pendapatan itu belum termasuk dari parkir kendaraan.

Sejak dibuka lagi, dalam sepekan terakhir, angka kunjungan paling banyak hanya berkisar antara 50 sampai 100-an orang per hari. Kebanyakan wisatawan yang berkunjung hanya berfoto-foto sebentar kemudian meninggalkan lokasi.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center