(Beritadaerah – Industri Jasa) Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Amin Soebandrio dalam sebuah wawancara menyampaikan bahwa ada dua skenario dalam pengembangan vaksin Covid-19. Skenario jangka pendek dan jangka panjang, untuk jangka panjang adalah vaksin yang dikembangkan oleh Indonesia sendiri. Sementara menunggu produk dalam negeri ini selesai, bila ada produk vaksin yang sudah siap bisa mengisi kekosongan di awal. Menurut Amin lebih lanjut dalam jangka pendek inilah sedang diuji klinis beberapa vaksin yang dihasilkan di luar negeri. Salah satunya adalah Sinovac yang bila hasilnya baik maka dapat digunakan oleh populasi Indonesia.

Disisi lain karena Indonesia harus memiliki kemampuan untuk memproduksi vaksin sendiri maka vaksin yang dikembangkan oleh Eijkman akan berjalan terus. Sifatnya sebagai komplemen dari vaksin yang sekarang sedang dilakukan uji klinis tahap terakhir. Amin menyampaikan pembuatan vaksin oleh Eijkman sudah tinggal 30 % lagi. Di dunia ada 150 eksperimen calon vaksin yang sedang dikembangkan dan pada dasarnya mereka menggunakan enam platform. Dua pertama menggunakan virus utuh, bisa dilemahkan atau dimatikan, yang dimatikan itu salah satunya Sinovac. Pendekatan berikutnya adalah menggunakan Gen, pendekatan gen RNA maupun DNA. Ini dikembangkan oleh Moderna Amerika Serikat. Dua yang terakhir, pertama menggunakan vector virus, artinya antigen itu dititipkan pada virus tertentu kemudian diinjeksikan ke manusia dengan harapan membangkitkan response immune. Kemudian pendekatan kedua adalah protein rekombinan, pendekatan ini yang digunakan oleh Eijkman.

Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, Eijkman menggunakan pendekatan protein rekombinan, karena banyak yang menggunakan dan sudah terbukti sebelumnya. Apakah vaksin di sebuah negara bisa digunakan di negara lain, secara teoritis bisa dilakukan asal tidak memiliki perbedaan yang bermakna. Pola mutasi Asia, Eropa dan Amerika itu berbeda. Menurut Prof. Amin dalam kondisi normal untuk menghasilkan vaksin membutuhkan waktu yang lama karena melibatkan puluhan ribu subyek. Namun dalam situasi pandemic subyek bisa dikurangi dengan pengawasan ketat oleh Badan POM. Keberhasilan virus tidak hanya berhubungan dengan virus tapi juga dengan genetic masyarakat setempat. Prof. Amin menyatakan bahwa vaksin produksi dalam negeri baru bisa diterima masyarakat paling cepat pada tahun 2021.

 

 

About The Author

Related Posts