(Beritadaerah – Jakarta) Dalam seminar online bertema “Pemerintah Hadir untuk UMKM” yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Selasa (21/7), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengajak pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital sehingga dapat membuka peluang pasar yang lebih besar di tengah pandemi.

Hadir dalam seminar online ini antara lain Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo, Head of Public Policy & Government Relations Shopee Radityo Triatmojo, Chief of Communication DANA Chrisma Albandjar, Manager of Public Policy and Government Relations idEA Rofi Uddarojat, dan sejumlah pelaku UMKM.

Wishnutama Kusubandio yang hadir sebagai keynote speaker mengatakan, pandemi COVID-19 membuat era digital terakselerasi lebih cepat dari yang seharusnya. Pandemi ini memaksa hampir semua orang untuk mentransformasi segala kegiatannya ke platform digital.

Pemerintah sendiri bersama dengan banyak kementerian/lembaga menginisiasi kampanye nasional gerakan Belanja Buatan Indonesia yang salah satu tujuannya mendorong pelaku UMKM bertransformasi dari pasar offline ke online dengan memanfaatkan teknologi.

“Kami bersyukur karena menjadi yang pertama untuk memulai kampanye nasional Bangga Buatan Indonesia lewat program Beli Kreatif Lokal yang kami inisiasi. Saat ini dilanjutkan Kemenkominfo lewat program ‘Kita Bela Kita Beli’,” kata Wishnutama dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Rabu (22/7).

Dalam program Beli Kreatif Lokal, Menparekraf mengatakan pihaknya memberikan berbagai pendampingan untuk peningkatan kompetensi pelaku UMKM untuk masuk ke platform digital. Diantaranya memberikan pelatihan pembuatan konten komersial yang menarik. Kemudian membantu aktivasi media sosial UMKM, membuat online group dengan pendamping untuk membantu perencanaan keuangan, stocking, dan membuka channel untuk mendapat demand, dan lainnya.

Juga menyelenggarakan webinar khusus untuk peserta BKL dan konsultasi, membantu pengurusan sertifikat HAKI untuk 200 peserta terpilih mempromosikan dan mengikutsertakan peserta dengan performa terbaik ke program-program kerjasama Kemenparekraf dengan pihak lain. Serta program Bantuan Insentif Pemerintah dengan total dana yang dialokasikan sejumlah Rp 24 miliar.

Untuk itu ia berharap agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan peluang ini dengan baik. Dengan transformasi ke digital, pemasaran yang dilakukan UMKM akan berjalan lebih cepat dan jangkauannya lebih luas. Sehingga dapat mempercepat perputaran siklus ekonomi, memperbaiki daya beli masyarakat, dan pada akhirnya mendorong kebangkitan ekonomi pascapandemi.

Di akhir tahun, Kemenparekraf dan KemenKopUKM akan bekerjasama untuk melaksanakan BBI Award yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2020. BBI Awards memiliki 15 kategori, dengan rincian 14 kategori berupa subsektor Ekonomi Kreatif dan 1 kategori UMKM.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan dalam transformasi digital bagi UMKM bahkan untuk mengantar masyarakat masuk dalam komunitas digital tidak terlepas dari deployment infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Saat ini pemerintah terus berusaha untuk menyelesaikan network infrastruktur TIK, baik middle-mile dan last-mile network untuk menghubungkan konektivitas telekomunikasi sampai titik terdepan. Tidak hanya di wilayah non daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tapi juga di wilayah 3T di Indonesia.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts