(Beritadaerah – Nasional) Pemerintah terus mendorong pengusaha Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk makanan dan minuman (mamin) ke sejumlah negara. Indonesia memiliki komoditas unggulan yang dapat terus didorong ekspornya ke berbagai negara di tengah pandemi COVID-19, termasuk Arab Saudi. Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag) adalah dengan menyelenggarakan seminar web (webinar) dengan tema ‘Enhancing Indonesian Food Export to Arab Saudi’ yang dilaksanakan pada Rabu (15/7).

Webinar ini dihadiri 252 peserta yang terdiri atas para pelaku usaha dan unsur pemerintah kedua negara. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut permintaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jeddah terkait daftar eksportir produk Indonesia, khususnya komoditas buah dan sayuran yang siap diekspor ke Arab Saudi beberapa waktu yang lalu.

“Melihat kondisi Arab Saudi yang merupakan pasar potensial bagi produk Indonesia, para pelaku usaha diharapkan aktif mencari peluang pasar ekspor dengan terus berkomunikasi dengan perwakilan Indonesia di Arab Saudi,” ujar Konsul Jenderal RI Jeddah Eko Hartono yang dikutip laman Kemendag, Kamis (16/7).

Webinar ini, lanjut Eko, diharapkan tidak hanya menambah wawasan para pelaku usaha mengenai peluang serta regulasi dagang di Arab Saudi, namun juga menjadi jembatan untuk menjajaki kesepakatan yang ada.

Sementara itu Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan yang turut hadir dalam webinar ini menyampaikan, Arab Saudi merupakan salah satu pintu masuk bagi produk Indonesia yang ingin menjajaki pasar di kawasan teluk. Dengan jumlah penduduk lebih dari 30 juta jiwa, serta kunjungan jemaah haji dan umrah yang hampir pasti setiap tahunnya lebih dari 10 juta kunjungan, Arab Saudi adalah pasar segmen khusus (captive market) yang perlu diperhatikan oleh pengusaha Indonesia.

Menurut Kasan, hal lain yang menjadikan Arab Saudi menjadi pasar potensial bagi Indonesia adalah pola konsumsi masyarakatnya. Saat ini, regulasi impor makanan di Arab Saudi mengalami perubahan yang dinamis. Setiap perusahaan makanan, utamanya yang terkait ayam, daging, dan ikan, perlu mendaftarkan diri dan melakukan self assessment. Selain itu, perusahaan tersebut harus berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan yang sudah bekerja sama dengan Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

Meski demikian, menurut Atase Perdagangan Riyadh Erwansyah, dinamika perubahan aturan tersebut merupakan tantangan positif bagi pengusaha di Indonesia. Bila pengusaha Indonesia bisa menembus pasar Arab Saudi, maka dipastikan akan lebih mudah melakukan penetrasi ke negara-negara tetangga lainnya di kawasan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts