Tingkatkan Ekspor Udang, Aceh Timur Siapkan 18 Ribu Hektare Lahan Tambak

(Beritadaerah – Aceh) Pemerintah terus mendorong peningkatkan produksi udang melalui budidaya untuk tujuan ekspor. Udang sebagai komoditi perikanan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, mampu memberikan kesejahteraan bagi para nelayan tambak.

Saat meninjau tambak di Aceh Timur bersama Tim Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) untuk pengembangan Tambak Udang skala besar, Rabu (15/7), Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Safri Burhanuddin mendorong peningkatkan produksi udang nasional.

Selain meninjau, Safri juga menginisiasi Rapat Koordinasi Teknis dan Kelompok Kerja Peningkatan Produksi Industri Udang Nasional yang dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR H. Muslim, Anggota DPD RI dan Mantan Gubernur Aceh Abdullah Puteh, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto dan Bupati Aceh Timur Hasballah M. Thaib.

“Salah satu cara untuk mendorong Indonesia masuk ke 5 besar negara eksportir ikan di dunia antara lain meningkatkan ekspor udang sebagai komoditas ekspor ikan utama di Indonesia,” ujar Safri yang dikutip laman Maritim, Kamis (16/7).

Safri juga menekankan, peningkatan produksi udang ini tidak bisa semerta-merta dilakukan tanpa ada upaya terhadap peningkatan sarana pendukungnya, dan ini menjadi salah satu program prioritas nasional. Disamping itu peningkatan sarana pendukung sesuai dengan visi dari Presiden Joko Widodo yang disampaikan pada tahun 2019, yakni menyambungkan infrastruktur-infrastruktur yang telah dibangun dengan kawasan-kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, pariwisata, kawasan-kawasan persawahan, perkebunan, dan tambak-tambak perikanan.

Bupati Aceh Timur Hasballah yang hadir dalam rapat koordinasi mengungkapkan, nantinya akan ada lahan seluas 18 ribu hektare yang telah disiapkan dan wilayahnya masuk sebagai 5 lokasi percontohan dari total 5 lokasi percontohan tambak udang skala besar di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Ditambahkan juga oleh Hasballah bahwa kendala yang terjadi adalah masalah pakan dan penyakit. Ia berharap akan ada 1 pabrik atau sentra perikanan kecil di Aceh Timur, sehingga ikan tidak akan terbuang tapi bisa dijadikan pakan. Disamping itu, daerahnya juga memproduksi padi dan jagung yang dapat dijadikan pakan.

Sedangkan Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan sangat antusias dengan program ini, KKP akan mendukung pengembangan budidaya udang dilahan 18 ribu hektare ini.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu