Sumatera Selatan Sebagai Provinsi Penghasil Kopi Terbesar di Indonesia

(Beritadaerah – Nasional) Setiap tahunnya konsumsi kopi di tanah air mengalami peningkatan. Hal tersebut seiring dengan gaya hidup masyarakat di kota dan juga menjamurnya gerai kafe di dalam negeri yang ikut mendorong pertumbuhan konsumsi kopi. Indonesia juga dikenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia. Indonesia menduduki peringkat ke-4 setelah negara Brazil, Columbia dan Vietnam.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2019, tercatat jumlah produksi kopi secara nasional adalah sebesar 761 ribu ton. Dari 27 provinsi di tanah air ada lima provinsi sebagai penghasil kopi terbesar pada tahun 2019, yang pertama Provinsi Sumatera Selatan sebesar 196 ribu ton.

Selanjutnya diikuti oleh Lampung diposisi kedua dengan produksi sebesar 110,3 ribu ton. Provinsi Sumatera Utara menempati posisi ketiga dengan produksi sebesar 72,3 ribu ton. Provinsi Aceh ada diposisi keempat dengan produksi sebesar 71,2 ribu ton dan terakhir Provinsi Jawa Timur dengan produksi sebesar 66,7 ribu ton.

Sementara provinsi lain yang berpeluang untuk dapat meningkatkan produksi kopinya antara lain Bengkulu, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini berdasarkan data dari luas lahan kopi yang ada di daerah tersebut yakni Bengkulu memiliki luas lahan sebesar 86,80 ribu hektare (ha) dengan produksi 58,5 ribu ton, Sulawesi Selatan dengan luas lahan 71,40 ha dengan produksi 33,40 ribu ton dan NTT dengan luas lahan 73,30 ha menghasilkan 23,8 ribu ton.

Pemerintah terus mendorong setiap daerah dalam upaya peningkatan produksi kopi, salah satunya adalah dengan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR). Untuk sub sektor perkebunan, pada tahun 2020 dialokasikan dana KUR sebesar Rp. 20,37 triliun. Dari jumlah itu, KUR komoditas kopi ditargetkan sebesar Rp 3,96 triliun pada kegiatan hulu dan Rp 60 miliar pada kegiatan hilir. Upaya lain yang dilakukan Kementerian Pertanian yakni pengembangan kopi berkelanjutan dengan kegiatan utamanya yaitu perluasan, rehabilitasi, intensifikasi, dan bantuan alat mesin pasca panen termasuk unit pengolahan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).