(Beritadaerah – Nasional) Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan dan swasembada gula, keberadaan akan pabrik gula sangat penting. Saat ini PT Barata Indonesia (Persero) terus berkomitmen dalam menyelesaikan sejumlah proyek strategis nasional sesuai target kerja yang ditentukan yakni pembangunan dua pabrik gula dan satu pabrik bioethanol, sekalipun dalam kondisi pandemi.

PT Barata Indonesia (Persero) merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang begerak di bidang food, energy, water serta industri komponen dan permesinan sedang menyelesaikan pembangunan pabrik gula di Jawa dan Sulawesi.

Progress pembangunan pabrik gula telah menjalani tahap commissioning adalah PG Asembagus Situbondo (revitalisasi kapasitas 6000 TCD) dan PG Rendeng Kudus (revitalisasi 4000 TCD). Selain pabrik gula, Divisi Industri Gula dan Agro juga sedang menyelesaikan pre-commisioning Pabrik Bioethanol (kapasitas 330000 KL) Gempolkrep, Mojokerto,

Dengan pengalaman yang telah dimiliki oleh Barata Indonesia selama satu abad di industri gula, perseroan berkeinginan menjadi solution provider bagi proyek—proyek industri agro, khususnya industri gula nasional dalam rangka mengatasi tantangan kelangkaan komoditas gula produksi dalam negeri, demikian yang disampaikan oleh Direktur Utama Barata Indonesia Fajar Harry Sampurno.

“lndustri gula nasional sangat berpeluang menjadi penopang swasembada pangan. Penyelesaian pembangunan Pabrik Gula ini merupakan upaya kami dalam mewujudkannya dan kami berharap hal ini dapat mendorong multiplier effect ekonomi bagi seluruh pihak” kata Harry yang dikutip laman BUMN, Rabu (15/7).

Lebih lanjut, Barata Indonesia juga berkeinginan untuk terus memberikan kontribusi terhadap terciptanya kemandirian industri gula dalam negeri melalui komitmen penggunaan konten lokal yang tinggi.

Melalui Divisi Industri Gula dan Agro Barata Indonesia juga sedang berusaha menyelesaikan pembangunan pabrik gula di Bombana, Sulawesi Tenggara dengan kapasitas 12.000 TCD. Barata Indonesia memiliki kompetensi untuk memproduksi berbagai komponen pabrik gula serta pabrik gula lengkap dengan berbagai kapasitas sampai dengan 15.000 TCD. Selain pabrik gula, Barata Indonesia juga memiliki kemampuan untuk membangun pabrik garam, pabrik sagu, bioetanol, dan kelapa sawit.

Barata Indonesia berharap kontribusi perseroan dalam berbagai proyek pabrik gula di tanah air ini dapat meningkatkan nilai tambah yang bisa dihasilkan di dalam negeri. Sehingga mempercepat terwujudnya ketahanan pangan dan swasembada gula serta terciptanya kemandirian dalam industri manufaktur di tanah air.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts