KSPN di Morotai, Maluku Utara (Foto: Kementerian PUPR)

PUPR Percantik Kawasan Pariwisata di KSPN Morotai

(Beritadaerah – Infrastruktur) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penataan Kawasan Army Dock dan Monumen Trikora di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.

KSPN Morotai di Provinsi Maluku Utara dikenal dengan wisata baharinya karena dikelilingi beragam pulau kecil nan menawan yang dikenal dengan julukan “mutiara di bibir Pasifik” di utara Pulau Halmahera. Maluku Utara ini juga punya beragam kekayaan situs bersejarah. Lokasinya yang strategis menjadikan Kepulauan Morotai menjadi pilihan tepat untuk membuat benteng pertahanan pada saat Perang Dunia (World War), terutama Perang Dunia ke II.

Untuk meningkatkan daya tarik dan kenyamanan wisatawan, Kementerian PUPR melakukan penataan kawasan bersejarah di Morotai yakni di Kawasan Pantai Army Dock dan Monumen Trikora di Kabupaten Morotai.

Pantai Army Dock merupakan bekas pangkalan militer pertama Tentara Sekutu di Morotai pada saat Perang Dunia. Meski sudah tidak digunakan sebagai pangkalan militer, Pantai Army Dock masih tetap ramai dikunjungi dan menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Morotai.

Pada tahun 2019, Kementerian PUPR menyelesaikan penataan untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai sejarah yang berada di Kawasan Army Dock dengan alokasi anggaran Rp10 miliar. Lingkup pekerjaan yang dilakukan yakni pekerjaan landscape, pembentukan muka tanah (landfill), penanaman pohon, amphitheater, toilet serta septic tank komunal, mushalla, plaza, dan pusat informasi.

Selanjutnya pada tahun 2020, Kementerian PUPR menyelesaikan proses lelang dengan nilai kontrak tahun jamak 2020-2021 senilai Rp48,14 miliar dengan kontraktor PT. Reza Multi Sarana. Pekerjaan tersebut merupakan lanjutan penataan kawasan di KSPN Morotai. Penataan ini meliputi Rehabilitasi Gedung Museum Monumen Trikora, penataan kawasan tempat pendaratan Jenderal Douglas Mac Arthur di Pulau Zumzum Morotai saat memenangkan pertempuran Perang Dunia II di kawasan Asia Pasifik, penataan wisata alam dan sejarah sungai dalam tanah yang muncul dipermukaan Tanah (Wisata Air Kaca), dan Kawasan CBD Gotalamo sebagai pusat pertumbuhan baru untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Monumen Trikora di Morotai sebagai tanda untuk mengenang sejarah perjuangan tentara Indonesia dalam peristiwa pembebasan Irian Barat dalam operasi Trikora. Dari Morotai, Tentara Indonesia membangun kekuatannya untuk membebaskan Irian Barat.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani