(Beritadaerah – Industri Jasa) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melanjutkan penataan kawasan Puncak Waringin, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kawasan Puncak Waringin terletak di ketinggian 45 meter sampai 54 meter di atas permukaan laut. Titik ini merupakan lokasi dengan pemandangan terbaik di Labuan Bajo.

Penataan dilanjutkan dengan pembangunan sentra souvenir produk khas Labuan Bajo. Dengan keberadaan sentra souvenir tersebut, masyarakat dapat menjual barang-barang dan kerajinan setempat, seperti kain tenun, kopi, tas, boneka, sepatu, dan perhiasan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa, penataan kawasan pusat cinderamata Puncak Waringin membutuhkan ketelitian tinggi dengan mengedepankan kualitas artistik dan unsur seni. Sehingga, pembangunannya kawasan tersebut memerlukan waktu relatif lama daripada pembangunan infrastruktur di kawasan lain.

Kawasan tersebut rencananya akan dijadikan sebagai destinasi pariwisata dengan kategori premium. Sehingga penataannya harus dilakukan sebaik mungkin agar hasil yang didapatkan dapat menarik perhatian para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

“Puncak Waringin memang belum selesai seluruhnya. Saya lihat memang masih ada beberapa yang perlu refining. Kita memang harus membina para kontraktor kecil, agar kualitas hasilnya baik sesuai harapan, karena Labuan Bajo akan dijadikan destinasi premium, jadi hasilnya harus artistik betul. Mudah-mudahan bisa diperbaiki pada tahap II,” kata Menteri Basuki melalui siaran pers Minggu (12/7/2020).

Pembangunan penataan Puncak Waringin tahap II ini lingkup kegiatannya berupa pembangunan pusat sovenir, bangunan area tenun dilengkapi dengan toilet dan mushola, bangunan pos jaga dan ruang ganset, taman dan amphiteater, area parkir serta jalan setapak. Pembangunan tahap II saat ini progresnya telah mencapai 20,01 persen dengan nilai kontrak sebesar Rp18,2 Miliar, yang akan selesai di akhir Desember 2020.

Sebelumnya pada 1 Agustus – 28 Desember 2019, Kementerian PUPR telah menyelesaikan penataan Puncak Waringin tahap I dengan komponen kegiatan terdiri dari Gedung Utama yang berfungsi sebagai lounge dan pusat cinderamata serta viewing deck dengan biaya sebesar Rp9,3 miliar.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About The Author

Related Posts