(Beritadaerah – Industri & Jasa) Rumput laut merupakan sejenis ganggang yang tumbuh di laut. Rumput laut juga merupakan sumber makanan bagi kehidupan di laut. Rumput laut tumbuh di sepanjang garis pantai karang.

Indonesia, dengan 6.400.000 km2 luas lautan dan 110.000 km panjang garis pantai, serta didukung iklim tropis, merupakan wilayah yang sesuai untuk pertumbuhan berbagai jenis rumput laut. Tercatat 555 jenis rumput laut dari sekitar 8000 jenis yang ada di dunia, dapat tumbuh dengan baik di wilayah Indonesia.

Rumput laut atau alga menjadi salah satu produk yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat dunia. Bangsa-bangsa di Asia Timur (Jepang dan China) dan Kekaisaran Romawi telah menggunakan tumbuhan laut ini sebagai bahan pangan dan obat-obatan sejak ribuan tahun yang lalu. Di Indonesia sendiri, rumput laut telah lama dikonsumsi oleh masyarakat, terutama di daerah pesisir. Pada umumnya, pemanfaatan rumput laut pada masa itu adalah untuk dimakan atau dikonsumsi langsung.

Rumput laut yang memiliki rasa gurih digunakan di banyak hidangan, termasuk di antaranya sushi, sup, salad, dan sebagai suplemen. Selain rasanya yang gurih, kita juga bisa menikmati aneka manfaat kesehatan dari rumput lau, yaitu : Menjaga fungsi tiroid, sumber vitamin dan mineral, sebagai antioksidan, menjaga pencernaan dan kesehatan usus, menekan risiko penyakit jantung, mengurangi lemak dalam tubuh dan lain-lain.

Saat ini rumput laut merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia pada sektor kelautan dan perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong pengembangan usaha budidaya dan industri rumput laut. Terlebih lagi dengan dukungan sumber daya rumput laut yang begitu banyak di Indonesia dan berpotensi menjadi produsen rumput laut terbesar di dunia. Daerah penghasil utama rumput laut di Indonesia ada di 10 daerah Pronvisi di Indonesia, yaitu: Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Bali, Provinsi Gorontalo, Provinsi Maluku dan Provinsi Jawa Barat. Selain untuk ekspor, pemerintah melakukan sosialisasi rumput laut dalam menu sehari-hari dan penggunaan rumput laut sebagai bahan tambahan dalam berbagai industri makanan.

Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan rumput laut sudah sangat beragam, baik itu untuk produk pangan maupun non pangan.

Saat ini, Indonesia telah menjadi salah satu produsen utama rumput laut dunia dengan produksi rumput laut basah mencapai 11,6 juta ton pada tahun 2016. Sedang produksi rumput laut dunia adalah sekitar 30 juta ton sehingga Indonesia berkontribusi hampir 40% dari total produksi rumput laut dunia (FAO, 2018).

Di saat pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia, tidak menyurutkan pemerintah Indonesia untuk memproduksi komoditas rumput laut. Di lihat dari ekspor rumput laut yang tidak terimbas pandemi. Pemerintah Indonesia masih tetap menargetkan produksi rumput laut bisa mencapai angka 10,99 juta ton pada tahun ini.

Demikianlah kita patut berbangga dengan kekayaan sumberdaya alam di negeri kita seperti rumput laut yang dikenal di dunia internasional.

 

Debbie Kusuma/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani