(Beritadaerah – Nasional) Indonesia saat ini memiliki tujuh Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai pintu perlintasan orang dan barang antar negara yang tersebar di tiga Provinsi yaitu Provinsi Kalimantan Barat ada 3 PLBN yakni PLBN Aruk, PLBN Entikong, dan PLBN Badau yang berbatasan dengan negara Malaysia.

Sedangkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur ada 3 PLBN yakni PLBN Wini, PLBN Motaain, dan PLBN Motamasin yang berbatasan dengan negara Republik Demokratik Timor Leste, serta Provinsi Papua memiliki 1 PLBN yakni PLBN Skouw yang berbatasan dengan negara Papua New Guinea.

Saat ini pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang membangun PLBN Terpadu Sei Pancang di Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Provinsi Kalimantan Utara adalah provinsi yang berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur.

Pembangunan PLBN tidak hanya bertujuan untuk pos lintas batas negara, namun juga akan didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan demikian kehadiran PLBN akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan, kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

“Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan,” kata Menteri Basuki yang dikutip laman PU, Senin (13/7).

Kementerian PUPR rencananya akan membangun empat PLBN yakni PLBN Terpadu Sei Pancang (saat ini dalam proses), PLBN Terpadu Long Midang dan PLBN Terpadu Labang di Kabupaten Nunukan serta PLBN Terpadu Long Nawang di Kabupaten Malinau. Pembangunan keempat PLBN Terpadu di Provinsi Kalimantan Utara ini diatur dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan.

Pembangunan PLBN Terpadu Sei Pancang telah dimulai pada 24 Februari 2020 dan ditargetkan selesai pada 17 Juli 2021. Saat ini progres pembangunan fisik telah mencapai 1,37%. Nilai kontrak pembangunan PLBN ini sebesar Rp 226,18 miliar.

Pembangunan PLBN ini dilaksanakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kalimantan Utara Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan ruang lingkup pekerjaan meliputi bangunan utama, mess pegawai, Wisma Indonesia, lansekap, pekerjaan interior, X-Ray cabin baggage, metal detector, jalan dan parkir kendaraan, jembatan serta mekanikal elektrikal dan plumbing (MEP) kawasan. Bangunan utama akan dibangun setinggi 3 lantai seluas 5.613 m2, mess pegawai dibangun setinggi 2 lantai dengan luas 1.904 m2 dan Wisma Indonesia dibangun setinggi 2 lantai seluas 1.888 m2.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu