Presiden Tinjau Lokasi Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng

(Beritadaerah – Kalimantan) Kabupaten Pulau Pisang ditetapkan pemerintah menjadi lokasi dari food estate (lumbung pangan). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) telah melakukan persiapan dari lahan yang akan dijadikan lumbung pangan ini seperti pembangunan jaringan irigasi dan sarana yang lain.

Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada hari Kamis (9/7), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung dua lokasi yang akan dijadikan lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa.

Turut mendampingi Presiden Jokowi antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran dan Anggota Komisi V DPR RI Rifqinizamy Karsayuda.

Tahapan awal Pemerintah akan mulai memperbaiki jaringan irigasi pada lahan potensial seluas 165.000 hektare (ha) yang merupakan kawasan aluvial, bukan gambut, pada lahan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG), demikian yang disampaikan oleh Presiden Jokowi saat di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng.

“Lumbung pangan sudah mulai dikerjakan, dua minggu ini terutama untuk urusan irigasinya dulu dan tahun ini insya Allah akan kita mulai kurang lebih 30.000 hektar terlebih dahulu,” kata Presiden Jokowi yang dikutip laman PU, Jumat (10/7).

Ditambahkan Presiden, untuk berikutnya dalam waktu satu setengah tahun sampai maksimal dua tahun, akan ditambah lagi 148.000 ha, baik itu di Kabupaten Pulang Pisau maupun di Kabupaten Kapuas. Pengembangan food estate tersebut disampaikan Presiden Jokowi sebagai upaya tindak lanjut peringatan organisasi pangan dunia (FAO). Dimana FAO memprediksi akan terjadi krisis pangan.

Sementara itu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, kunci dari program pengembangan food estate di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) adalah penyediaan air untuk irigasi areal sawah, terutama pada lahan potensial seluas 165.000 hektare (ha) yang merupakan kawasan aluvial, bukan gambut, pada lahan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG).

Dari 165.000 hektare lahan potensial tersebut seluas 85.500 hektare merupakan lahan fungsional yang sudah digunakan untuk berproduksi setiap tahunnya. Sementara 79.500 hektare sisanya sudah berupa semak belukar sehingga perlu dilakukan pembersihan (land clearing) saja, tanpa perlu dilakukan cetak sawah kembali. Khusus untuk peningkatan irigasi, diperkiraan kebutuhan anggaran sebesar Rp 2.9 triliun untuk tahun 2021 dan 2022.

Dalam perjalanan menuju lokasi pengembangan lumbung pangan nasional di Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Presiden Joko Widodo juga meninjau pekerjaan rehabilitasi Daerah Irigasi Rawa Tahai di Kabupaten Pulang Pisau. Selain itu juga Presiden juga turun meninjau Jaringan Irigasi Rawa Belanti I dengan luas baku 3.545 hektare di Desa Pangkoh Hulu, Kecamatan Pandih Batu.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).