(Photo: Kemenkeu)

Mitigasi Dampak Covid-19 oleh Pemerintah

(Beritadaerah – Nasional) Salah satu bentuk mitigasi yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi dampak ekonomi pandemi Covid-19 adalah mengeluarkan Perppu No.1/2020 yang sekarang sudah disahkan menjadi Undang-Undang No.2/2020. Hal ini dilakukan karena kondisi kegentingan memaksa dimana sebelumnya proyeksi perekonomian di tahun 2020 adalah positif dan cukup baik.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers virtual Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 dengan tema “Kondisi Ekonomi Terkini Indonesia dan Proyeksi akhir 2020” bersama Menteri Keuangan dan Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia pada Selasa (30/06).

Pemerintah memberikan respon khususnya untuk masalah kesehatan dan meningkatkan belanja. Kedua adalah perlindungan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako akan dicairkan setiap bulannya sampai dengan akhir tahun secara bertahap. Untuk bantuan sosial (bansos) Jabodetabek yang merupakan bansos tambahan karena episentrumnya di Jabodetabek juga dilakukan percepatan dari sisi pendataan dan kemudian pembayarannya atau pemberian manfaatnya.

Pemerintah juga mengeluarkan stimulus untuk dunia usaha berupa insentif pajak, dan subsidi bunga untuk UMKM supaya mereka bisnis mereka dapat bertahan.

“Berbagai program ini diharapkan langsung bisa dinikmati oleh masyarakat atau dunia usaha seperti untuk UMKM. Untuk insentif usaha, kita akan melakukan tracking. Dengan program ini bisa langsung dirasakan oleh masyarakat dan dunia usaha, kita berharap kemampuan mereka bertahan atau resiliensi daya tahan mereka terhadap covid tidak hanya dari sisi penyakit tapi dari sisi ketahanan sosial, ketahanan ekonomi. Ketahanan keuangan mereka bisa lebih tinggi dan kemudian bisa menyebabkan ekonomi tidak mengalami kontraksi yang terlalu dalam seperti yang terjadi di berbagai negara,” disampaikan oleh Menkeu.

Menkeu sampaikan untuk Negara yang masyarakatnya cepat tanggap, cepat melakukan adjustment atau penyesuaian dan disiplin mengikuti apa yang disebut evidence based atau langkah-langkah berdasarkan data sehingga walaupun terkena pandemi namun dapat dicegah atau meminimalisir pada level yang sangat terbatas. Sehingga tetap produktif tapi tetap aman merupakan pedoman dalam mengambil langkah-langkah dengan menyadari protokol kesehatan Covid-19.

“Kalau kita rakyat Indonesia ingin tetap produktif yaitu masyarakat tetap berinteraksi secara sosial, melakukan berbagai kegiatan dan itu bagus untuk kesehatan maupun ekonomi dan kita tetap mengikuti protokol kesehatan, maka dengan harapan kita akan bisa melakukannya bersama-sama memulihkan ekonomi maupun memulihkan kesehatan secara bersama,” Menkeu sampaikan mengakhirinya.

About Endah Caratri

Endah Caratri is a Senior Editor Vibiz Media Network, Partner of Management & Technology Services Vibiz Consulting.