PLN Tanjung Priok Manfaatkan Air Sisa Desalinasi Diubah PLTMH

(Beritadaerah – Jakarta) PT. Indonesia Power, Priok Power Generation and O&M Services Unit (POMU) sebagai anak perusahaan PT PLN (Persero) yang mengelola 4 Blok Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) di daerah Tanjung Priok, Jakarta Utara telah memanfaatkan potensi air sisa desalinasi yang memiliki debit cukup tinggi ini dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Sebelumnya Di area pembangkit tersebut, air destilat yang dipisahkan dari air laut digunakan untuk keperluan operasi unit, fire-fighting system, domestic water, dan lainnya. Air sisa proses desalinasi ini kemudian dialirkan kembali ke laut.

Pemanfaatan ini sudah dimulai sejak tahun 2017, dimana listriknya digunakan untuk penerangan gedung kantor dan membantu memenuhi kebutuhan listrik bagi kebun hidroponik warga di daerah Sunter, Jakarta Utara, demikian yang disampaikan oleh Pelaksana Senior Lingkungan PRO POMU M. Syaifuddin.

“Bila sebelumnya air sisa desalinasi ini dibuang begitu saja ke laut melalui outfall dengan debit 207,4 m3/h, kini energi potensial sisa desalinasi tersebut diubah menjadi energi listrik melalui PLTMH. Energi listrik yang dihasilkan digunakan di gedung kantor dan juga disimpan dalam baterai 12 V 100AH yang dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik bagi kebun hidroponik di daerah Sunter, Jakarta Utara,” jelas M. Syaifuddin yang dikutip laman ESDM, Kamis (25/6).

Syaifuddin menguraikan, dengan beroperasinya PLTMH ini potensial saving energi yang dihasilkan mencapai 6 kW-8 kW dan digunakan untuk menerangi Gedung “Priok Learning Center”, juga disimpan dalam baterai (aki) 12V 100Ah yang disalurkan bagi program pemberdayaan masyarakat sekaligus menjawab permasalahan ketahanan pangan pada wilayah ring 2 PRO POMU di Sunter Muara dalam program bertajuk “Taman Hatinya Sunter”, melalui usaha hidroponik sayuran organik seperti pakcoy, bayam, kangkung, selada dan lain lain. Upaya ini mendapatkan apresiasi Walikota Jakarta Utara pada acara Panen Raya tanggal 12 Mei 2020 yang dilaksanakan secara daring.

Sementara itu Operator GT, HRSG & ST BLOK 3, Raihan Muhammad mengatakan di tengah pandemi COVID-19 saat kegiatan masyarakat cukup terhambat, program lingkungan PLTMH ini tetap mampu menghidupkan aktivitas dan menambah penghasilan masyarakat sekitar. Selain untuk penggerak hidroponik, energi dari aki ini juga dimanfaatkan warga untuk proses pembuatan kue kering hingga penerangan rumah produksi. Efisiensi daya listrik yang dihasilkan dari baterai aki ini mampu menekan biaya produksi selama masa produksi sehingga warga mampu melakukan penghematan dan mendapatkan keuntungan lebih.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).