(Beritadaerah – Nasional) Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau, selama masa pandemi Covid-19 dari bulan Mei hingga Juni 2020, sudah tiga kali memenuhi kebutuhan ikan kerapu hidup hasil budidaya dengan tujuan ekspor Hongkong.

Sebelumnya sudah menyuplai sebanyak 28 ton, dan minggu kemarin (21/6) kembali diekspor ke Hongkong melalui jalur laut dari Pelabuhan Tarempa, sebanyak 8,56 ton atau setara dengan Rp720 juta.

Bongkar muat ekspor yang dilakukan eksportir PT Trimina Dinasti Agung dengan menerapkan protokol Covid-19 secara ketat, menggunakan dua kapal angkut berbendera Hongkong yakni MV. Cheung Chun Wah dan Chan Lai Kuen. Jenis ikan kerapu yang diangkut antara lain kerapu macan, kerapu lumpur dan kerapu sunu.

Ikan kerapu hidup hasil budidaya yang diserap untuk memenuhi permintaan ekspor ini tersebar di beberapa kecamatan, seperti di Kecamatan Siantan Tengah, Siantan Timur dan Palmatak. Kecamatan tersebut merupakan kawasan di Anambas dengan pemandangan kegiatan budidaya ikan kerapu.

Kepulauan Anambas memiliki akses pasar berdekatan dengan negara tujuan ekspor Hongkong. Kerapu hidup hasil budidaya di Anambas sudah terkenal, sehingga melalui aktivitas ekspor dapat mendongkrak ekonomi masyarakat pembudidaya Anambas di masa sulit ini.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto di Jakarta, Rabu (24/6/2020) mengatakan bahwa kinerja ekspor kerapu mulai berjalan normal Kembali. Kondisi demikian tentunya berpeluang untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat pesisir khususnya. Dengan meningkatnya kinerja ekspor, tentunya secara bersamaan akan menaikkan devisa negara.

Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas, Effi Sjuhairi mengatakan bahwa pemerintah daerah melalui dinas perikanan pertanian dan pangan, telah berperan dalam upaya pemberdayaan pembudidaya melalui kelompok pembudidaya ikan yang ada. Juga membina dari sisi kelembagaan dan teknis serta memberikan beberapa bantuan yang dibutuhkan dalam rangka pengembangan usaha budidaya laut.

Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris mengatakan bahwa Kabupaten Kepulauan Anambas sangat bersyukur, aktivitas ekspor kerapu ikan hidup hasil budidaya sudah berjalan seperti biasa sehingga dapat membantu pembudidaya di Anambas dalam hal pemasaran hasil panennya serta mendongkrak perekonomiannya dengan tetap mematuhi peraturan Pemerintah untuk menerapkan Protokol Kesehatan.

Selama tahun 2020 Kabupaten Kepulauan Anambas telah melakukan aktivitas ekspor ikan kerapu hasil budidaya sebanyak 5 kali dengan total 61,8 ton.

 

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani