(Beritadaerah – Sumatera Barat) Sebanyak 7.488 mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) dilepas Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar pada Selasa (23/6), sebagai peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara virtual dari Kantor Kemendes PDTT, Jakarta.

Dua hal yang menjadi fokus dalam penggunaan dana desa yakni terkait Sumber Daya Manusia (SDM) dan pertumbuhan ekonomi. Ini arahan dari Abdul Halim Iskandar yang akrab disapa Gus Menteri.

“Kalau dua hal ini bisa kita optimalisasikan di dalam pelaksanaan pembangunan di skala desa, tentu akan terjadi percepatan yang luar biasa terkait dengan upaya peningkatan SDM dan perekonomian,” katanya.

Gus Menteri mengatakan bahwa salah satu dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Kemendes PDTT mendorong keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk bisa bekerjasama antar BUMDes dalam kawasan pedesaan.

“Bukan dengan mendirikan BUMDes baru. Tetapi, konektivitas antar BUMDes atau BUMDes bersama yang dibasiskan atas kerjasama antar desa. Segala produk, potensi unggulan desa, ketika sudah bisa dikelola dari hulu hingga hilir dalam satuan kawasan tentu akan memberikan nilai tambah yang cukup signifikan bagi peningkatan kesejehteraan masyarakat dan peningkatan pendapatan desa,” katanya.

Penggunaan dana desa tahun 2021 yang dipayungi oleh Permendes akan diupayakan memiliki fleksibilitas dan sesuai dengan kebutuhan warga masyarakat desa.

“Ini yang masih sering kita hadapi dan ini kita harapkan dengan seluruh mahasiswa KKN untuk memberikan pendampingan agar perencanaan pembangunan betul-betul didasarkan pada kebutuhan masyarakat. Pada penyelesaian berbagai permasalahan di masyarakat, bukan didasarkan pada keinginan,” kata Gus Menteri.

Menurutnya, penggunaan dana desa pada tahun-tahun sebelumnya masih didasarkan pada keinginan, itu terbukti karena belum adanya konektivitas antar satu titik pembangunan dengan titik pembangunan lainnya.

“Itu sangat kita maklumi karena memang kebutuhan yang sangat mendasar dan terlalu banyaknya permasalahan yang harus dihadapi. Namun demikian, secara bertahap, proses perencanaan pembangunan dengan model berbasis keinginan harus digeser menuju perencanaan berbasis kebutuhan untuk penyelesaian berbagai permasalahan yang ada didesa,” kata Gus Menteri.

Gus Menteri berharap para peserta KKN yang bertugas diwilayahnya dapat memahami apa yang menjadi skala prioritas pembangunan didesanya.

“Saya ingin mahasiswa ini memahami apa yang menjadi skala prioritas pembangunan di desa, termasuk desa yang ditempati untuk KKN. Mudah-mudahan, apa yang dilaksanakan dilapangan mendapatkan respon yang positif dari warga masyarakat desa dan memberikan sumbangsih terbaik untuk kesejahteraan warga masyarakat desa,” katanya.

 

Rut Sinta/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About The Author

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center

Related Posts