(Beritadaerah – Infrastrusktur) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam mendukung Program Padat Karya Tunai (PKT) mentargetkan dapat menyerap 28.987 Tenaga Kerja di bidang pemeliharaan rutin jalan dan jembatan di 501 lokasi.

Pada tahun 2020, di bidang jalan dan jembatan, dilaksanakan PKT berupa pemeliharaan rutin jalan di 501 lokasi dengan anggaran Rp738 miliar. Pekerjaan antara lain meliputi pembersihan median jalan, pengecatan marka dan berem. Juga untuk pemeliharaan rutin jembatan yang menggunakan skema swadaya masyarakat di 311 lokasi dengan anggaran Rp162 miliar, misalkan pengecatan rangka jembatan. Untuk program pemeliharaan rutin jembatan, ditargetkan menyerap 9.378 tenaga kerja.

Pekerjaan yang dilaksanakan secara padat karya dilakukan di seluruh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Ditjen Bina Marga yang mencakup penanganan ruas jalan nasional di seluruh Indonesia. Untuk program padat karya pemeliharaan rutin jalan ditargetkan dapat menyerap 19.609 tenaga kerja.

Progres hingga saat ini untuk pemeliharaan rutin jalan telah mencapai 40,32 persen dengan anggaran yang telah tersalurkan sebesar Rp593 miliar dan menyerap 18.717 tenaga kerja. Sementara untuk program padat karya pemeliharaan rutin jembatan sudah 32,87 persen, dengan anggaran yang telah tersalurkan Rp160 miliar dan telah menyerap 9.111 tenaga kerja.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui siaran pers Minggu (21/6/2020) mengatakan Program PKT dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi. Tujuannya adalah untuk mendistribusikan uang hingga ke desa-desa.

Pelaksanaan konstruksinya tetap menjaga mutu produk, tetap menjaga keselamatan dan kesehatan kerja serta menggunakan produksi dalam negeri.

Tahun 2020 dialokasikan anggaran sebesar Rp11,4 triliun dengan total penerima manfaat menyerap tenaga kerja sebanyak 613.513 orang. Dengan program padat karya tunai, diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran dan mempertahankan daya beli masyarakat. Hal itu sesuai instruksi Presiden Joko Widodo untuk memfokuskan anggaran membantu masyarakat khususnya di perdesaan selama masa sulit ini.

“Selain untuk meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/ pelosok. Pola pelaksanaan PKT nanti juga harus memperhatikan protokol physical & social distancing untuk pencegahan penyebaran COVID-19,” ungkap Menteri PUPR.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani