Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc. (Dok. Beritadaerah)

Sri Adiningsih: “Sharing the Pain” di Tataran Pemerintah untuk Dunia Usaha

(Beritadaerah – Kolom) Pada bagian kedua ini, Alfred Pakasi – Managing Partner Vibiz Consulting menyampaikan bahwa apa yang disampaikan Sri Adiningsih pada bagian pertama sangat menarik. Bahwa gotong royong itu terbukti menjadi budaya masyarakat di Indonesia yang menjadi kekuatan kita dan sudah diakui secara dunia.

Karena pada tahun 2018, CAF World Giving Index, menuliskan laporan bahwa Indonesia terbaik untuk partisipasi sipil dan sosial, dengan tingkat relawan tertinggi dibandingkan negara di dunia mana pun. Itu modal kita.

Belum lama ini Presiden Joko Widodo menyebutkan tentang “sharing the pain”. Nah kalau sharing atau gotong royong ini di level pemerintah, Kementerian Keuangan, BI, OJK, Perbankan dan Pelaku Usaha. Bagaimana gotong royong dinaikkan di tataran ini, supaya ekonomi kita jangan jatuh terpuruk secara lebih makro.

Berikut adalah hasil wawancara selanjutnya dengan Sri Adiningsih yang biasa dipanggil dengan panggilan singkat “Nining”:

Upaya Sharing the Pain di Tataran Pemerintah untuk Dunia Usaha

Kalau kita cermati pemerintah, kebijakan pemerintah ini dalam garis besar adalah, pertama mengatasi pandemi Covid-19. Yang kedua safety masyarakat yang terkena dampak dan memang perlu bantuan, itulah makanya ada Safety Net. Yang ketiga, dunia usaha yang memang terkena dampak dan perlu bantuan diberi dukungan, yaitu pada UMKM. Untuk dunia usaha ini  ada berbagai macam bantuan pemerintah seperti keringanan pajak, kemudian dukungan dana di dalam restrukturisasi utang, ini dari OJK juga.

Kemudian juga dalam membantu dunia usaha yang memerlukan dana lagi untuk berbisnis, muncul stimulus-stimulus. Stimulus pertama ini adalah untuk mendorong program Padat Karya, juga untuk Pra Kerja, Kartu Pra Kerja ini ada supaya masyarakat yang terkena PHK juga bisa ikut pelatihan dan kemudian bisa berbisnis atau bekerja lagi.

Kemudian juga pariwisata, lalu UMKM, ada PPh yang final ditanggung pemerintah, kemudian juga untuk UMKM kalau dia hutang juga ada keringanan. Meskipun kondisi memburuk tapi  bank memberikan kemudahan yang disupport oleh pemerintah, bentuknya garansi dari pemerintah, asuransi, agar supaya dunia usaha bukan hanya UMKM juga bisa mengatasi kesulitan keuangan karena pajak, karena kewajiban dan juga kesulitan keuangan di dalam berbisnis. Supaya sedapat mungkin tidak segera tutup atau tidak tutup. Sehingga yang diharapkan dampaknya pada lapangan kerja itu seminimal mungkin.

Yang terbaru adalah program pemulihan ekonomi nasional. Banyak sekali yang tengah disiapkan oleh pemerintah, misalkan untuk pariwisata, supaya bisa segera bangkit kembali. Ada juga, subsidi bunga kredit dan kemudian untuk perumahan juga ada dukungan subsidi.

Selain itu juga seperti dukungan untuk pemerintah daerah karena pemerintah daerah menghadapi kesulitan dalam keuangannya, karena penerimaan pajak semuanya turun dan kemampuan pemerintah daerah untuk berhutang juga terbatas. Dengan demikian dukungan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah juga bisa membantu agar pemerintah daerah juga tetap bisa beroperasi dengan baik dan menjalankan pelayanannya dengan baik.

Ketahanan Struktur Ekonomi Indonesia Cukup Kuat

Kondisi struktur ekonomi Indonesia cukup bisa menolong pada saat pandem Covid-19 ini. Pertama ekonomi kita ini kan penduduknya besar, itu adalah satu kekuatan tersendiri. Kedua, peranan konsumsi yang besar, yakni hampir 60% dari PDB, sehingga meskipun dalam kondisi pandemi orang tetap berkonsumsi. Contohnya waktu masa puasa dan lebaran, biasanya konsumsi membengkak, saya kira itu juga menolong.

Selain itu sumber daya alam baik pertanian, perikanan, pertambangan dan peternakan. Meskipun terpengaruh dampak pandemi Covid-19 tetapi produk-produk pertanian dan turunannya tetap dibutuhkan, sehingga ini cukup menolong.

Berikutnya adalah terkait dengan UMKM. UMKM di Indonesia ini kan banyak sekali yang bergerak di kebutuhan sehari-hari, khususnya makanan dan minuman, dalam kondisi pandemi pun masih banyak yang bisa beroperasi. Apalagi sekarang masyarakat dibantu oleh beberapa Lembaga atau sukarelawan dengan jualan online.

“Nah seperti itu yang saya kira itu juga masih bisa banyak membantu ekonomi kita, sehingga tetap tentu saja terpuruk lumayan, tapi beberapa sektor beberapa kekuatan ekonomi kita itu yang cukup menolong”, demikian terang Nining.

Kondisi pandemi juga mendorong ibu-ibu ataupun masyarakat, anak-anak muda, yang kemudian berbisnis jualan secara online. Mereka melakukan kreativitas, misalkan biasanya melayani catering makanan untuk hajatan pengantin, sekarang melayani catering untuk rumah tangga. Restoran tutup tetapi mereka menjual frozen food secara online.

Kemudian juga jasa salon yang banyak tutup, kemudian mereka menjual alat untuk memotong rambut. Jadi masyarakat kita cukup banyak yang kreatif, sehingga bertahan untuk tetap punya penghasilan, dan bisa survive pada masa pandemi ini. Ini cukup menolong perekonomian masyarakat pada situasi yang berat ini.

Tidak Mungkin Kembali Normal Tetapi “Normal Baru”

“Saya kira memang begini, kita harus siap untuk kondisi yang terburuk tapi berharap yang terbaik”, lanjut Sri Adiningsih. Kita tidak pernah tahu kapan pandemi ini benar-benar selesai. Dan kita memang harus membiasakan diri dengan protokol kesehatan yang akan diterapkan dalam era normal baru.

Apakah kemudian bertahun-tahun kita harus mempraktekkan protokol kesehatan tersebut?  Apakah kita bisa kemudian hidup seperti dulu? Saya tidak tahu kapan berakhir pandemi ini dan saya kira kita tidak bisa hidup seperti dulu lagi.

Masyarakat Indonesia pasti akan lebih peduli dengan kesehatan, lebih berhati-hati. Mencuci tangan dengan sabun beberapa kali sehari, itu semua akan menjadi sebuah kebiasaan baru yang bagus. Kalau di tempat keramaian, kerumunan, kita menjaga supaya jangan sampai menimbulkan saling menularkan penyakit. Ini adalah suasana normal baru.

Optimis, Budaya Gotong Royong Membuat Kita Kuat Melangkah ke Depan

“Saya berharap kita semua melakukan yang bisa kita lakukan. Berbagi, bergotong-royong, semuanya, ya saling tolong-menolong karena memang itulah kekuatan kita”, terang Nining jelang akhir sesi wawancara.

“Dan mudah-mudahan kekuatan kita ini yang memberikan kita optimisme dan bisa melangkah ke depan agar supaya kita bisa melalui pandemi Covid-19 ini dengan baik dan kemudian kita bisa maju lagi dan juga bisa membangun bangsa dan negara kita”, demikian pungkas Sri Adiningsih dengan nada optimis.

 

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center