(Beritadaerah – Nasional) Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong daerah meningkatkan luas tambah tanam padi guna menjamin ketersediaan beras. Tujuan utama agar pasca pandemi virus corona (Covid-19) tidak terjadi defisit beras atau krisis pangan.

Sentra produksi padi terbesar di Indonesia yakni Indramayu mendapat perhatian serius dari Kementan dengan memberikan bantuan benih, alat mesin pertanian seperti traktor dan pompa air, asuransi pertanian dan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR), supaya percepatan olah tanah dan tanam tercapai.

Dalam mengatasi langsung lahan yang terkena banjir rob segera ditanami padi. Untuk itu Kementan memberikan bantuan benih padi varietas yang tahan salinitas seluas 1.500 hektar dan akan diusahakan bantuan pupuk.

Dinas Pertanian Indramayu diminta segera mengajukan permohonan pembuatan tanggul pintu air irigasi sehingga jika terjadi banjir rob ke depannya, tidak masuk ke lahan pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Indramayu, Takmid mengungkapkan optimis dapat meningkatkan luas tambah tanam Juni hingga September 2020. Luas tanam padi oktober 2018-Mei 2019 seluas 203.091 hektar sementara Oktober 2019-2020 seluas 201.953 hektar. Kekurangan luas tanam dibanding 2019 ini dapat dipenuhi dengan mendongkrak luas tanam di bulan Juni 2020.

Adapun Dinas Pertanian Indramayu menargetkan luas tanam padi bulan Juni 2020 ini sebesar 37.120 hektar, sementara Kementan memberikan target luas tanam padi sebesar 46.373 hektar. Dengan produktivitas padi 7,3 ton per hektar, maka diperoleh gabah kering panen 338.523 ton.

“Realisasi tanam padi Kabupaten Indramayu per tanggal 20 Juni 2020 seluas 20.017 hektar. Target luas tanam sampai 46.373 hektar pun kami optimis bisa,” ujar Takmid. Selain itu, bantuan benih dari Kementan pun turun tepat waktu sehingga siap digunakan petani saat mau tanam.

Dinas Pertanian Indramayu menyambut baik program Kementan yakni mengembangkan korporasi petani sehingga kegiatan pertanian dalam lebih maju, mandiri dan modern. Korporasi petani dengan fokus utamanya komoditas padi dan pengembangan komoditas penunjangnya yakni jagung, ternak dan komoditas hortikultura di antaranya sayuran dan semangka.

Satu desa satu korporasi dengan konsentrasi yang berbeda-beda, ada korporasi beras, korporasi benih dan ada korporasi yang mengelola unit pengelola jasa alsintan.

Pembentukan korporasi petani ini menjadi solusi bagi petani terkait harga padi saat musim panen. Artinya, hadirnya korporasi petani memberikan atau menjamin harga gabah yang menguntungkan petani.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About The Author

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center

Related Posts