(Beritadaerah – Nasional) Di kota-kota besar terjadi peningkatan minat bersepeda saat terjadi Pembatasan Sosial Berskala Besar. Survei yang dilakukan oleh Institut For Transportation and Development Policy menyebut angka pesepeda naik 1000 persen selama masa PSBB. Data ini meningkat dibandingkan dengan bulan Oktober hingga November tahun lalu.

Siapa yang mendapatkan keuntungan ini adalah para pedagang sepeda. Harga sepeda bahkan ada yang naik empat kali lipat dari harga sebelumnya, ada seorang pedagang sepeda di Manggarai yang dalam sehari bisa menjual 20 unit sepeda. Jumlah ini terbilang tinggi bila dibandingkan hari biasa. Harga sepeda berkisar antara Rp. 500 ribu hingga Rp. 10 juta. Dan yang dicari orang kebanyakan yang berharga kisaran Rp. 2 juta.

Alasan melonjaknya minat bersepeda karena masyarakat merasa saat ini olah raga penting untuk menjaga kebugaran, dan pilihan yang banyak dilakukan adalah bersepeda. Hal ini terlihat saat pembukaan kembali Gelora Bung Karno maka jumlah orang yang bersepeda membludak. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Jakarta, namun di Bandung Jawa Barat warga juga memburu sepeda. Penjualan sepeda melonjak tinggi dibanding sebelum pandemi. Masyarakat memanfaatkan masa stay at home dengan berolahraga sepeda di sekitar rumah.

Bersepeda memang menyenangkan, sementara badan juga sehat, bersepeda membuat kita tidak lagi stress. Hanya perlu dua hingga empat jam seminggu untuk mencapai peningkatan kesehatan secara umum. Bersepeda berdampak rendah – ini menyebabkan lebih sedikit ketegangan dan cedera daripada kebanyakan bentuk latihan lainnya. Latihan otot yang baik – bersepeda menggunakan semua kelompok otot utama saat mengayuh pedal. Mudah – tidak seperti beberapa olahraga lain, bersepeda tidak memerlukan keterampilan fisik tingkat tinggi.

Kebanyakan orang tahu bagaimana mengendarai sepeda dan, begitu belajar, tidak akan lupa. Baik untuk kekuatan dan stamina – bersepeda meningkatkan stamina, kekuatan, dan kebugaran aerobik. Intens seperti yang diinginkan – bersepeda dapat dilakukan pada intensitas yang sangat rendah untuk memulai, jika pulih dari cedera atau sakit, tetapi dapat dibangun untuk latihan fisik yang menuntut. Cara yang menyenangkan untuk mendapatkan kecocokan – petualangan, dibandingkan dengan aktivitas fisik lain yang membuat  tetap berada di dalam ruangan atau membutuhkan waktu atau tempat khusus. Hemat waktu – sebagai moda transportasi, bersepeda menggantikan waktu tempuh (duduk) yang dihabiskan untuk mengendarai kendaraan bermotor atau menggunakan kereta atau bus dengan olahraga yang sehat.

About The Author

Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.

Related Posts