(Beritadaerah – Jakarta) Mewujudkan ketahanan pangan nasional telah menjadi fokus dari Kementerian Pertanian (Kementan). Sejumlah langkah nyata telah dijalankan oleh Kementan seperti memberikan bantuan padat karya untuk membangun infrastruktur pertanian. Dengan program yang disiapkan oleh Kementan nantinya akan terbuka lapangan kerja bagi petani dan masyarakat sekitar yang belum punya pekerjaan tetap serta memberikan kesejahteraan kepada petani.

Terkait dengan ketahanan pangan nasional, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendukung kedaulatan pangan bangsa Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL). Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko saat bertemu dengan para pimpinan HKTI di Ruang Kerja Menteri Pertanian, Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Rabu (17/6). 

“Kami melaporkan ke Menteri Pertanian atas perkembangan kondisi terakhir HKTI, dan kami bersepakat dengan Pak Fadli Zon untuk bersatu-padu membangun petani dan pertanian Indonesia yang semakin kokoh, dan betul-betul memikirkan petani dan pertanian Indonesia,” kata Moeldoko yang dikutip laman Pertanian, Kamis (18/6). 

Dijelaskan oleh Moeldoko, bahwa HKTI sepakat untuk bersatu-padu membangun pertanian Indonesia yang semakin kokoh, dan memikirkan petani Indonesia. Dibawah arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo bersama-sama membangun sinergi serta terlibat secara langsung. Sehingga kehadiran HKTI memberikan nilai tambah bagi petani dan pertanian Indonesia. Selain itu, HKTI juga akan memperkuat sinergi guna memikirkan langkah-langkah strategis untuk membangun petani dan pertanian Indonesia.

Sementara itu Mentan Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan optimismenya terhadap sinergi HKTI dapat mendukung perkembangan pertanian Indonesia. Menurutnya, sinergi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan HKTI menjadi rahmat bagi negara, bagi petani, dan juga sesuatu keberuntungan untuk Kementan.

Mentan menambahkan untuk menggerakkan pertanian Indonesia yang kuat, pertanian harus memiliki social engineering dalam bentuk peranan fungsional dari HKTI yang diharapkan dapat mendorong akselerasi kekuatan pangan nasional. 

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) luas area panen padi pada tahun 2019 diperkirakan sebesar 10,68 juta hektar atau mengalami penurunan sebanyak 700,05 ribu hektar atau 6,15 persen dibandingkan tahun 2018. Sedangkan untuk produksi padi pada 2019 diperkirakan sebesar 54,60 juta ton GKG atau mengalami penurunan sebanyak 4,60 juta ton atau 7,76 persen dibandingkan tahun 2018.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts