Fokus 2021, Pemprov Jabar Menerapkan Teknologi 4.0 di Sektor Pertanian

(Beritadaerah – Jawa Barat) Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan penerapan teknologi 4.0 di sektor pertanian akan menjadi fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat pada 2021 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Ridwan Kamil saat acara Gelar Pengawasan dan Penindakan Karantina Pertanian bersama Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Lembang, Jawa Barat, Selasa (16/6).

“Hasil kajian ekonomi Jabar ternyata ekonomi yang tangguh selama COVID-19 adalah ekonomi pertanian. Maka 2021 arah kebijakan Jabar juga akan banyak ke desa dan pertanian, tapi dilengkapi dengan teknologi 4.0 karena itu cara kami bisa melompat, tapi tetap aman dari COVID-19,” ucap Ridwan yang dikutip laman Jabarprov, Rabu (17/6).

Menurut Gubernur Ridwan, sejumlah teknologi sudah diterapkan di sektor pertanian, diantaranya yaitu drone untuk penyemprotan pupuk cair dan pemasaran komoditas pertanian di desa-desa yang saat ini sudah melalui daring. Dengan penerapan ini petani dan konsumen mendapatkan keuntungan, karena alur distribusi dapat dipangkas.

Selain sektor pertanian, Gubernur Ridwan juga mengatakan bahwa penerapan teknologi ini juga telah diterapkan terhadap ribuan kolam yang sudah menggunakan teknologi smart auto feeder dalam memberi pakan ikan, yang akhirnya panen bisa naik dari dua menjadi empat kali dalam setahun.

Ridwan juga berharap, dengan penerapan teknologi 4.0 di sektor pertanian dan perikanan ini menjadi penyemangat Jawa Barat menjadi lumbung ketahanan pangan nasional yang paling kuat.

Sementara itu Menteri Syahrul Yasin Limpo menjamin keamanan dan meningkatkan ketahanan pangan pasca COVID-19 khususnya di Provinsi Jabar. Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan karantina pertanian yang baik melalui online sistem, sehingga sesudah COVID-19 atau perlambatan-perlambatan yang lain diakibatkan pandemi ini, dipastikan nantinya akselerasi ini akan kembali muncul dengan baik.

Kementan juga akan membuat terobosan dalam meningkatkan produksi pangan sehingga swasembada pangan kokoh yakni dengan meningkatkan berbagai ragam produksi pangan (tidak hanya pangan pokok) dan meningkatkan produk turunan. Dengan demikian, sudah saatnya cara bertani dengan membangun klaster tertentu, sesudah pandemi COVID-19 tidak hanya fokus pada beras, namun berbagai macam pangan dapat diproduksi dan diolah menjadi banyak produk turunan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).