(Beritadaerah – Nasional) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo untuk mengerjakan program pengembangan food estate sebagai daerah yang bisa menjadi lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa.

Food estate adalah konsep pengembangan pangan yang mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan. Rencananya berada di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, terdapat lahan potensial seluas 165.000 hektare yang merupakan kawasan aluvial, bukan gambut, pada lahan eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Kalteng.

“Lahan ini akan mulai kita kerjakan pada 2020 ini sampai 2022. Targetnya pada 2022 lahan seluas 165.000 hektare sudah bisa dioptimalkan produksinya. Ini adalah program prioritas kedua setelah pengembangan lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Manado-Likupang,” kata Menteri PUPR dalam acara halalbihalal bersama Asosiasi Profesi Keairan yang dilakukan melalui video conference, pada Selasa (9/6/2020).

Pengembangan program food estate ini akan dikerjakan bersama Kementerian BUMN melalui skema investasi, kata Menteri PUPR.

Sementara itu, Kementerian BUMN bersama Kementerian Pertanian akan melakukan pengembangan teknologi olah tanamnya sehingga bisa menghasilkan produksi yang lebih baik.

Dari 165.000 hektare lahan tersebut seluas 85.500 hektare merupakan lahan fungsional yang digunakan untuk berproduksi setiap tahunnya. Sementara sisanya 79.500 hektare merupakan semak belukar sehingga perlu dilakukan pembersihan (land clearing), tanpa perlu dilakukan cetak sawah kembali.

Dari 85.500 hektare lahan fungsional, sekitar 28.300 hektare yang kondisi irigasinya baik. Sedangkan 57.200 hektare lahan lainnya diperlukan rehabilitasi jaringan irigasi dalam rangka program food estate dengan total kebutuhan anggaran Rp1,05 triliun.

“Setiap tahun kita tangani rehab irigasi di kawasan eks-PLG ini,” tambah Menteri Basuki. Rehabilitasi ini dikerjakan secara bertahap mulai dari 2020-2022 dengan rincian 2020 seluas 1.210 hektare, pada 2021 seluas 33.335 hektare, dan tahun 2022 seluas 22.655 senilai Rp497,2 miliar.

Saat ini Kementerian PUPR selain melakukan rehabilitasi irigasi, juga melakukan rehabilitasi kantor eks-PLG Kalteng yang akan digunakan sebagai kantor food estate dengan progres sebesar 56% dan rehabilitasi dermaga dengan progres sebesar 20%.

Dengan adanya food estate dapat meningkatkan nilai tambah produksi sektor pertanian lokal, meningkatkan penyerapan tenaga kerja pertanian hingga 34.4%, harga pangan lebih murah dengan produksi yang melimpah, dan terbukanya potensi ekspor pangan ke negara lain.

Rut Sinta/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani