(Beritadaerah – Nasional) Geopark merupakan wilayah terpadu yang terdepan dalam perlindungan dan penggunaan warisan geologi dengan cara yang berkelanjutan, dan mempromosikan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang tinggal di sana. Indonesia memiliki 15 lokasi yang ditetapkan sebagai geopark, salah satunya adalah Geopark Raja Ampat (Papua).

Terkait dengan Geopark Raja Ampat, perlu disiapkannya rencana dan masterplan untuk pengembangannya, sehingga apabila segalanya dipersiapkan dengan matang maka akan berpotensi untuk dapat masuk dalam destinasi wisata super prioritas dalam 5-10 tahun ke depan, hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Safri Burhanuddin saat Webinar Bincang Mingguan Geopark yang bertemakan “Aspiring UNESCO Global Geopark – Geopark Nasional Raja Ampat” pada hari Rabu (10/6).

“Nah ini kita perlu persiapan, karena kita negara kepulauan maka yang pertama harus kita ketahui bahwa kepulauan memiliki sedikit handicap, untuk mencapai kesana tidak bisa melalui jalur darat. Sehingga yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kita menuju daerah itu, melalui laut dan udara. Jelas bahwa fasilitas itu harus ada dan memadai, kami mencoba untuk mencari tahu bagaimana publikasi Geopark secara maksimal dan efektif,” kata Safri yang dikutip laman Maritim, Jumat (12/6)

Dia mencontohkan UNESCO Global Geopark (UGGp) Oki Island di Jepang, yang menurutnya hebat sekali karena dinilai sudah menerapkan pelayanan kelas satu dan hal ini mulai dirasa sejak penerimaan kedatangan para pengunjung. Mulai dari sejak pesawat turun/landing, sudah tersedia semua informasi, dan seluruh informasi mengenai apa saja yang tersedia lengkap dimuat pada Laman web.

Safri juga menjelaskan, bahwa dalam persiapan pengembangan geopark, salah satu yang dibutuhkan untuk mempromosikan destinasi wisata adalah tersedianya web page, yang merupakan salah satu unsur visibilitas dari 4 dasar pengembangan geopark.

Lebih lanjut Deputi Safri menyampaikan bahwa laut mempunyai peranan yang penting bagi masyarakat disekitarnya bila dimanfaatkan secara baik dan seimbang. Namun harus ada konservasi, dijaga kebersihannya, juga pelestarian terumbu karangnya. Terkait dengan posisinya berupa kepulauan, kemudahan akses menuju lokasi penting dalam pengembangan pariwisatanya.

Deputi Safri menyampaikan bahwa keunikan dari Indonesia, selain berada di darat, juga di bawah lautnya. Diharapkan kedepannya geopark akan menjadi tempat tujuan wisatawan High End Consumer yaitu wisatawan ber-income besar yang mengutamakan kualitas.

Indonesia juga memiliki geopark yang telah diakui oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya PBB (UNESCO), yakni Batur (Bali), Ciletuh-Pelabuhan Ratu (Jawa Barat), Gunung Sewu (Yogyakarta) dan Rinjani-Lombok (Nusa Tenggara Barat).

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts