(Beritadaerah – Infrastruktur) Penawaran sejumlah proyek jalan tol dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada bulan April yang lalui. Terdapat ruas yang ditargetkan untuk mulai dilelang pada semester II/2020. Krist Ade Sudiyono Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) menyambut baik minat investasi di industri jalan tol.

Swasta dan BUMN sekarang ini banyak yang menanamkan modal pada investasi jalan tol. Perusahaan BUMN seperti Waskita, Hutama Karta dan lainnya memiliki sejumlah proyek jalan tol di Indonesia. Perusahaan swasta seperti Astra, PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), PT Nusantara Infrastructure (META) Tbk, Kompas Gramedia, Sinarmas Land.

Direktur Keuangan Waskita, Rudi Purnomo ketika dihubungi beritadaerah.co.id mengatakan “Ada 16 ruas tol yang sedang dikerjakan oleh Waskita, dan sekarang ada 6 yang hendak diberikan kepada investor, 2 yang sudah di divestasi, melalui skema RDPT juga Dinfra”.

Menurut Rudi peminat dari investasi di jalan tol sangat banyak dan hal ini memungkinkan dilakukan pengembangan jalan tol dimana-mana. Satu ruas jalan tol membutuhkan investasi hingga Rp 2 triliun tergantung lebar dan panjangnya.

Group besar Astra misalnya memiliki unit usaha khusus untuk jalan tol, yang pada tahun 2020, sedang menganalisa perusahaan yang ingin menjual sahamnya di jalan tol. Astra ingin meningkatkan kepemilikannya dari 350 km bertumbuh hingga 500 kilometer. Astra melalui group Astra Infra saat ini merupakan perusahaan pemilik saham enam ruas jalan tol.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About The Author

Related Posts