(Beritadaerah – Banyuwangi) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di Jawa Timur memfokuskan pariwisata sebagai kekuatan ekonomi lokal dalam membangun daerahnya. Potensi pariwisata yang ada dikemas dengan baik dengan melibatkan unsur masyarakat, salah satunya adalah destinasi Agrowisata Tamansuruh.

Agrowisata Tamansuruh sendiri berdiri di atas lahan 10,5 hektar di kaki Gunung Ijen. Dengan mengusung konsep agro-tourism, destinasi ini menampilkan beragam pertanian Banyuwangi, mulai padi hitam organik hingga beragam buah dan sayur organik. Lahan ini juga sebagai tempat edukasi pertanian.

Dalam penerapan kebiasaan baru (new normal), Pemkab Banyuwangi melakukan simulasi di destinasi wisata yakni Agrowisata Tamansuruh. Salah satu caranya, dengan menggelar penyaluran bantuan sosial untuk warga terdampak pandemi COVID-19. Sebelumnya dilakukan di kantor kecamatan dan kantor desa/kelurahan, kini mulai dilakukan di destinasi wisata.

Hadir dalam simulasi di Agrowisita Tamansuruh, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, Dandim 0825 Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Arief Setiawan.

”Jadi untuk simulasi, kita memulai pembagian bansos di destinasi. Seperti hari ini, pembagian bansos dari Pemprov Jatim, dari Gubernur Jatim Ibu Khofifah, kita lakukan di Agrowisata Tamansuruh untuk warga di Kecamatan Glagah sekitar sini. Sekaligus kita mengecek protokol kesehatan di destinasi jika nanti dibuka,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang dikutip laman Banyuwangikab, Senin (8/6).

Dalam simulasi ini, Bupati Anas mengimbau kecamatan dan desa/kelurahan serta mitra terkait, yaitu PT Pos dan bank BUMN, berinisiatif mendistribusikan bansos di destinasi lokal setempat. Acara formal bansos di kantor dialihkan ke destinasi lokal. Dalam pelaksanaannya harus sesuai protokol kesehatan.

Dengan memindahkan penyaluran bansos dari kantor pemerintahan ke destinasi wisata, menurut Anas, ada dua manfaat. Pertama, membangkitkan semangat semua pihak, terutama pelaku pariwisata, untuk bersiap menyambut new normal dan memulihkan ekonomi.

Kedua, sekaligus mengecek kesiapan destinasi pariwisata dalam menyambut new normal ke depan. Dengan dijadikan tempat penyaluran bansos, kita bisa tahu mana yang sudah siap, mana yang masih belum siap dan apa kekurangannya, jelas Bupati Anas.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Arief Setiawan mengatakan bahwa yang terbaru di Agrowisata Tamansuruh adalah pengembangan 33 varietas melon. Ini adalah destinasi, tempat edukasi, sekaligus lahan percobaan/demplot. Ada dua hektar lahan kami pakai untuk pengembangan varietas melon.

Agrowisata Tamansuruh memiliki pembagian area yang dipenuhi aneka tanaman pangan, beragam bunga, dan hortikultura. Semua tanaman di agrowisata ini ditanam dari bibit hingga tumbuh besar dengan teknik yang tepat.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.