(Beritadaerah – Jakarta) Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Josua Simanjuntak mengadakan webinar dengan tema Bincang Kreatif Seni Rupa Indonesia Pameran Dari Rumah, Jumat (5/6). Dalam webinar tersebut Josus mengatakan, program ini diharapkan tidak berhenti pada stimulus pembuatan karya saja. Tetapi menjadikan stimulus ini bisa dikelola lagi lebih jauh, sehingga menciptakan snow ball effect yang bisa dirasakan lebih banyak lagi bagi pelaku kreatif khususnya subsektor seni rupa.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan menggelar acara pameran dari rumah yang diikuti seniman dan perupa dari berbagai daerah guna mendatangkan dampak positif lebih besar bagi pelaku ekonomi kreatif subsektor seni rupa.

“Dari karya tersebut nantinya bisa dimonetisasi, sehingga bisa membantu ekosistem seni rupa lainnya. Kami terus memikirkan bagaimana karya ini bisa membantu ekosistem para pekerja di subsektor seni rupa. Hal inilah sebenarnya yang menjadi tujuan utama dari kegiatan pameran dari rumah,” ujar Josua dalam keterangan resminya kepada Beritadaerah.co.id, Minggu (7/6).

Pameran dari rumah merupakan stimulus yang diberikan Kemenparekraf/Baparekraf kepada perupa atau pelaku ekonomi kreatif di subsektor seni rupa agar tetap aktif membuat karya dari rumah di masa pandemi COVID-19.

Pada kesempatan yang sama, Pegiat Ekonomi yang juga salah satu kurator Pameran Dari Rumah Irawan Karseno menjelaskan antusias para perupa untuk ikut program pameran dari rumah sangat besar, tercatat ada 500 karya lebih dari perupa yang masuk. Karya-karya tersebut nantinya terpilih 150 yang akan mendapatkan stimulus dari pemerintah.

Ia juga menjelaskan, hasil karya dari para perupa tersebut diharapkan bisa menyajikan semacam galeri secara daring. Yang memberikan informasi, sejarah, hingga harga dari karya-karya perupa. Sehingga nantinya bisa dilihat secara lebih luas lagi oleh masyarakat. Bahkan mungkin bisa diapresiasi dan menjadi koleksi bagi para kolektor seni rupa.

Terakhir Josua menambahkan dalam meresponse konsep galeri daring, salah satu yang menjadi tantangan adalah menciptakan experience yang serupa bagi para potensial kolektor saat datang ke gallery daring ini, karena ujungnya upaya ini harus dapat menghasilkan transaksi yang berkontribusi kepada ekonomi nasional.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.