(Beritadaerah – Nasiona) Menurut data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) negara Australia merupakan investor terbesar ke-10 pada periode Januari-Maret 2020 dengan total investasi sebesar US$ 86 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun dengan jumlah 324 proyek investasi.

Dalam rangka mendorong investasi Australia di Indonesia, BKPM melalui kantor perwakilan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra (KBRI Canberra) dan asosiasi pengusaha Australia Indonesia Business Council (AIBC) menyelenggarakan diskusi daring (dalam jaringan) bertema “Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA) Amidst Covid-19” pada Kamis pagi waktu Indonesia (4/6).

Acara diskusi daring ini diselenggarakan menjelang implementasi perjanjian IA-CEPA pada 5 Juli 2020 dan diikuti oleh 241 peserta dari Indonesia serta Australia. IA-CEPA sendiri ditandangani oleh Menteri Perdagangan Indonesia dan Menteri Perdagangan Australia pada tanggal 4 Maret 2019. IA-CEPA diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia pada 28 Februari 2020. Perjanjian ini mencakup sektor perdagangan barang kedua negara.

Dari kantor BKPM Jakarta, Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal BKPM Wisnu Wijaya Soedibjo yang menjadi pembicara kunci menyampaikan bahwa realisasi investasi triwulan I tahun 2020.

“Strategi untuk meningkatkan realisasi investasi, diantaranya tetap melakukan pendekatan kepada investor Penanaman Modal Asing (PMA) yang berminat melakukan investasi di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi digital seperti video conference; berkoordinasi langsung dengan Kementerian/Lembaga terkait kendala perizinan perusahaan; dan perlakuan yang sama kepada semua negara,”  ucap Wisnu dalam siaran pers yang diterima Beritadaerah.co.id, Senin (8/6).

Wisnu juga menekankan pentingnya IA-CEPA yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan dan investasi di kedua negara selama fase pemulihan COVID-19 ini.

Sementara di Australia, Duta Besar RI Kristiarto S. Legowo dalam pidato sambutan menyampaikan bahwa hubungan antara Indonesia dan Australia saat ini masih terjalin dengan baik. Early outcomes IA-CEPA mencakup beberapa sektor penting seperti layanan keuangan, inovasi makanan, desain mode dan perhiasan, standar makanan dan obat, produk herbal dan spa.

Sedangkan Direktur IIPC Sydney Henry Rombe menyampaikan bahwa di tengah kondisi ekonomi dunia yang belum kembali pulih, implementasi IA-CEPA merupakan salah satu jalan/solusi untuk membangkitkan kembali aktivitas di sektor ekonomi, khususnya dalam hal investasi dan perdagangan antara Indonesia dan Australia.

Pemerintah maupun pebisnis Australia menyatakan antusiasme besar menyambut berlakunya IA-CEPA. Stephanie Fahey CEO AUSTRADE mengemukakan komitmen Australia terhadap IA-CEPA. Rencana kegiatan 100 hari setelah berlakunya IA-CEPA sudah disiapkan, diantaranya Minister-led business delegation dari Australia untuk Indonesia; Economic, Trade and Investment Minister’s Meeting by Senior Economic Officials; dan CEO Roundtable Meeting.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.