Ilustrasi Bawang Merah (Foto: Varun Gaba Unsplash)

Panen Raya Bawang Merah di Bima: Harga Naik, Pendapatan Petani Meningkat

(Beritadaerah – NTB) Harga bawang yang diproduksi petani Nusa Tenggara Barat khususnya Kabupaten Bima, meningkat dari harga sebelumnya. Hal ini adalah dampak dari kebijakan Pemerintah dalam menutup impor bawang merah.

Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri secara pribadi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden RI Joko Widodo. Secara nyata terjadi peningkatan kesejahteraan petani bawang merah di Bima.

“Kami bersyukur kepada kebijakan Bapak Presiden Jokowi dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sehingga harga bawang yang kami produksi melonjak dari harga sebelumnya dan kesejahteraan petani bawang meningkat,” sebut Indah dalam panen raya bawang merah bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Bima, Kamis (28/5/2020).

Produksi hasil pertanian petani Bima terus meningkat dan pemerintah daerah kabupaten Bima dan seluruh petani berkomitmen menyukseskan produksi komoditi bawang, padi, jagung dan komoditi yang menjadi unggulan petani Bima.

Menurut Indah, peningkatan produksi petani Bima tidak lepas dari dukungan Kementan yang selalu mensupport seluruh kegiatan pertanian. “Oleh karena itu dukungan dari Kementerian Pertanian dalam hal ini dari bapak bapak para Dirjen untuk keberlansungan petani kami dari bibit, pupuk maupun alsintan sangat kami harapkan dan tentunya dukungan yang selama ini diberikan kepada kami dan para petani kami ucapkan banyak terima kasih,” tukasnya.

Badan Karantina Pertanian mencatat ekpsor komoditas bawang berasal dari petani di Pulau Sumbawa melalui pelabuhan Badas, Poto Tano, Bima dan Sape tahun 2018 sebanyak 23,1 ribu ton, tahun 2019 produksi sebanyak 24,1 ribu ton dan tahun 2020 (hingga 26 Mei tahun 2020) sebanyak 1,3 ribu ton .

Sedangkan untuk komoditas jagung berasal dari petani di Sumbawa, Bima dan Dompu dimana produksi tahun 2018 sebanyak 478,1 ribu ton dan produksi tahun 2019 sebanyak 668,9 ribu ton.

Berdasarkan data Early Warning System (EWS) bawang merah yang disesuaikan hitungannya berdasarkan produksi rogol kering askip, prediksi Ditjen Hortikultura pada bulan Mei-Agustus 2020 terdapat produksi sebanyak 348.343 ton sedangkan kebutuhan sebesar 342.598 ton, sehingga surplus sebesar 5.745 ton.

Adapun luas pertanaman bawang merah secara nasional selama periode Januari-Mei 2020 tercatat seluas 74.083 hektare.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center