Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (Foto : Kementerian PUPR)

Dukung Sektor Pariwisata, Kegiatan Pembangunan di 5 KSPN Tetap Berjalan

(Beritadaerah – Nasional) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 8,82 triliun untuk pembangunan infrastruktur di 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas yang dilaksanakan sejak 2019 hingga 2021. Kelima KSPN Super Prioritas tersebut antara lain Danau Toba – Sumatera Utara, Borobudur – Jawa Tengah, Mandalika – Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo – Nusa Tenggara Timur dan Likupang – Sulawesi Utara.

Sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia harus tetap produktif, tetapi juga aman dari infeksi COVID-19. Untuk itu Kementerian PUPR mendukung produktivitas di sektor pariwisata pada tatanan normal baru (new normal), di tengah Pandemi COVID-19 dengan menyelesaikan 5 KSPN Super Prioritas tersebut.

“Dalam tatanan normal baru untuk hidup berdamai dengan Pandemi COVID-19, pemerintah meyakini bahwa sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan cepat adalah sektor pariwisata. Untuk itu, tidak ada kegiatan pembangunan infrastruktur pada 5 KSPN yang dihentikan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang dikutip laman PU, Jumat (29/5).

Pembangunan infrastruktur KSPN yang dibangun Kementerian PUPR mencakup konektivitas seperti penanganan jalan dan jembatan, bidang sumber daya air seperti pembangunan tampungan air dan infrastruktur pengendali banjir, bidang permukiman diantaranya penataan kawasan dan peningkatan kapasitas tempat pembuangan sampah, dan bidang perumahan meliputi pembangunan sarana hunian pendukung Kawasan Pariwisata.

Dalam mendukung produktivitas di sektor pariwisata pada tatanan normal baru, Kementerian PUPR menekankan beberapa hal. Yang pertama kawasan pariwisata perlu “dihantarkan” dengan tetenger dan koridor yang baik, seperti jalan, trotoar, pagar, pepohonan endemik/lokal dengan tajuk misal trembesi di Borobudur dan Mandalika, bougenville, flamboyan dan sakura NTT di Labuan Bajo.

Kedua, fasilitas homestay dengan desain rumah adat termasuk pagar rumah di sepanjang koridor utama menuju destinasi wisata. Ketiga, menjadikan KSPN Labuan Bajo sebagai good practice bila berhasil dalam penataan jalan dan trotoar sebagai kawasan pedestrian dengan kualitas premium, dimana seluruh kabel utilitas dimasukkan ke bawah tanah (underground utility box).

Dengan terbangunnya infrastruktur pendukung KSPN Super Prioritas, maka Indonesia dapat bersaing dengan negara lain melalui sektor pariwisata karena memiliki keunikan tersendiri. Di samping itu, melalui sektor pariwisata juga bisa lebih cepat dalam membuka lapangan kerja, menarik investasi, dan menciptakan peluang ekonomi lokal.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).