(Beritadaerah – NTB) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ikut mendukung program ketahanan pangan dan air, khususnya di Kawasan Timur Indonesia dengan membangun bendungan. Program ini merupakan bagian dari pembangunan Proyek Startegis Nasional (PSN).

Setelah menyelesaikan pembangunan dua bendungan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni Tanju dan Mila. Kementerian PUPR saat ini tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Meninting yang berada di antara Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gunung Sari dan Desa Dasan Geria Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.

NTB menjadi salah satu provinsi dengan jumlah bendungan terbanyak. Beberapa di antaranya telah selesai dikerjakan Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air pada periode 2015-2019 seperti Bendungan Tanju dengan volume tampungan sebesar 18,27 juta m3 dan Bendungan Mila memiliki volume tampungan sebesar 6,57 juta m3.

“Kunci pembangunan di wilayah NTB adalah ketersediaan air. Dengan adanya suplai air yang kontinu dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, bisa bertambah menjadi 2-3 kali tanam,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang dikutip laman PU, Kamis (28/5).

Kementerian PUPR telah melakukan groundbreaking Bendungan Meninting pada 19 September 2019 lalu dan ditargetkan konstruksi selesai pada 2022. Pembangunan bendungan berkapasitas tampung 9,4 juta m3 ini dikerjakan dalam 2 paket dengan kebutuhan biaya sebesar Rp 822,3 miliar. Paket pertama mulai dari persiapan, pembangunan jalan masuk, bendungan utama, dan pekerjaan pendukung lainnya. Paket kedua meliputi pekerjaan jalan relokasi, bangunan pengelak, bangunan pelimpah, dan bangunan fasilitas. Hingga 1 April 2020, progres konstruksi paket I mencapai 3,72% dan paket II mencapai 1,28%.

Kontruksi Bendungan Meninting dibangun dengan tinggi spillway 79 meter dan panjang pelimpah 16 meter serta memiliki areal genangan seluas 52,78 hektar dan tampungan maksimal 12,18 juta m3. Selain mengairi daerah irigasi seluas 1.559,29 Ha, dan memenuhi kebutuhan air baku untuk Kabupaten Lombok Barat bagian Utara sebesar 150 liter/detik, kehadiran Bendungan Meninting juga menyediakan energi listrik sebesar 2 x 0.4 MW, dan menjadi destinasi wisata baru yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Selain di NTB, saat ini Kementerian PUPR sedang menyelesaikan pembangunan Bendungan di Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Napun Gete di Kabupaten Sikka, Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Manikin di Kabupaten Kupang. Dua bendungan yang telah selesai pembangunannya di NTT yaitu Raknamo dan Rotiklot.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts