Ilustrasi Pembangkit Listrik (Photo: Kementrian ESDM)

Kementerian ESDM Tetapkan Formula Harga Penjualan Mineral

(Beritadaerah – Nasional) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan kebijakan soal penetapan harga patokan mineral (HPM) logam dan batubara, melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2020. Penetapan HPM memiliki dasar hukum yang kuat dan hal wajib dipatuhi oleh industri. Menurut Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak, penetapan HPM telah dilakukan sesuai dengan kaidah yang berlaku di seluruh dunia.

“Sesungguhnya formula yang terjadi di beberapa perjanjian pembelian dan penjualan di seluruh negara, yang ke China sendiri, formulanya persis sama dengan kita, tidak ada unsur yang namanya memasukkan faktor koreksi yang kedua yaitu Fe dan faktor koreksi yang ketiga yaitu rasio SiO2 dan Mg, tidak ada. Ini kita berlaku secara internasional bahwa formula itulah yang diberlakukan,” ujar Yunus dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2020).

Kementerian ESDM sedang membangun aplikasi Modul Verifikasi Penjualan. Semua pemilik izin usaha baik IUP, IUPK maupun IUP OPK harus memasukkan datanya di MOMs maupun di MODI. Nantinya, data akan otomatis te-rregister dan akan ter-record bahwa berapa besar penjualannya, kapasitas maupun kualitasnya.

Sekjen Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Meidy Katrin Lengkey mengatakan, HPM merupakan payung hukum dan kepastian hukum bagi para penambang. Sebelum adanya Permen ESDM Nomor 11 Tahun 2020 tentang Harga Patokan Mineral harga jual bijih nikel ditentukan oleh industri smelter.

Namun demikian, beleid ini belum sepenuhnya diterapkan karena industri smelter melalui Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian (AP3I) belum sepakat.

“Mereka sebut saat ini mengalami tekanan akibat bea anti dumping dari China dan Amerika sehingga pihak Kementerian Perindustrian tetap mengacu pada peraturan lama bahwa HPM hanya dijadikan sebagai dasar penetapan royalti,” ungkapnya.

Sebelumnya, Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 11 Tahun 2020 sudah lebih dari sebulan diundangkan. Dengan begitu, tata niaga dan harga nikel domestik harus sudah mengacu pada ketentuan yang tertuang di dalam beleid tersebut.

Permen ESDM No.11/2020 merupakan perubahan ketiga atas Permen ESDM Nomor 07 Tahun 2017 tentang tata cara penetapan harga patokan penjualan mineral logam dan batubara. Permen ini diteken oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif pada 13 April 2020, diundangkan pada 14 April 2020, dan mulai berlaku setelah 30 hari diundangkan.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.