Bahas Pandemi COVID-19, Menteri Perdagangan G20 Gelar Pertemuan Virtual

(Beritadaerah – Jakarta) Menteri Perdagangan Republik Indonesia Agus Suparmanto bersama dengan Menteri Perdagangan dan Investasi dari negara anggota G20 kembali menggelar pertemuan virtual luar biasa kedua tentang pandemi global COVID-19 pada Kamis malam waktu Indonesia Bagian Barat (14/5).

Dijelaskan oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto bahwa pertemuan ini dimaksudkan untuk mengkoordinasikan lebih jauh aksi kolektif anggota G20 dalam menanggulangi dampak pandemi virus corona COVID-19, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Di dalam aksi jangka pendek, G20 Action memuat komitmen-komitmen untuk membantu mengurangi dampak COVID-19 yang luas, sementara aksi jangka panjang ditujukan untuk mendukung sistem perdagangan multilateral dan mempercepat pemulihan ekonomi,” jelas Mendag dalam siaran persnya pada hari Kamis (14/5).

Mendag Agus juga menyampaikan bahwa pertemuan ini menghasilkan Pernyataan Menteri-menteri Perdagangan dan Investasi G20 yang dilengkapi Annex yang memuat (a) rencana aksi jangka pendek di bidang peraturan perdagangan, fasilitasi perdagangan, transparansi, pengoperasian jejaring logistik, dukungan kepada UMKM, dan (b) rencana aksi jangka panjang berupa dukungan pada sistem perdagangan multilateral, pembangunan mata rantai pasokan dunia yang berdaya-tahan, dan penguatan investasi internasional.

Selain itu juga pada pertemuan ini membahas kemajuan yang dibuat oleh G20 Trade and Investment Working Group (TIWG) sejak pertemuan virtual pertama Menteri-menteri Perdagangan G20 pada 30 Maret 2020. Dalam aksi jangka pendek, selain memastikan respons kebijakan perdagangan terkait wabah yang menjadi prioritas utama, anggota G20 berkomitmen memastikan agar mereka yang paling terdampak pandemi COVID-19 mendapat dukungan seraya mencegah adanya hambatan yang tidak perlu terhadap perdagangan atau ganggguan pada rantai pasok global, dan menjaga konsistensi kebijakan dengan aturan-aturan di WTO.

Untuk aksi jangka panjang, Mendag menggarisbawahi komitmen G20 yang kuat untuk melakukan reformasi WTO guna meningkatkan fungsinya dan mendukung peran sistem perdagangan multilateral dalam mempromosikan stabilitas dan prediktabilitas aliran perdagangan internasional.

Menteri-menteri G20 akan terus memantau situasi dengan cermat, menilai dampak pandemi pada perdagangan, dan akan melaksanakan kembali pertemuan menteri apabila diperlukan. Para Menteri Perdagangan menugaskan G20 Trade and Investment Working Group untuk memberikan perhatian yang tinggi terhadap rekomendasi kebijakan dan membuat pembaharuan status pada implementasi aksi yang disepakati.

Diakhir dari pertemuan, Mendag juga menyampaikan bahwa anggota G20 tidak boleh kehilangan pandangan ke depan mengenai pentingnya komitmen untuk meningkatkan kolaborasi dengan negara-negara utama di dunia. Dalam hal ini, Indonesia berpandangan bahwa kerja sama di antara anggota G20 perlu ditingkatkan, dan untuk saat ini fokusnya adalah menangani COVID-19 dan dampaknya terhadap ekonomi, seperti yang dimandatkan oleh para Pemimpin G20.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).