Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw yang berada di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. (Photo : Kementerian PUPR)

Pemerintah Selesaikan Pembangunan Fasilitas Penunjang Pos Lintas Batas Negara

(Beritadaerah – Nasional) Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang telah dilakukan oleh pemerintah menjadi beranda terdepan Indonesia, dan etalase bangsa yang membanggakan. Selain itu pembangunan PLBN menjadikan pusat pertumbuhan ekonomi yang baru di daerah tersebut.

Dalam menjaga perekonomian masyarakat di kawasan perbatasan saat Pandemi COVID-19 dan mendukung keberlanjutan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyediakan ruang usaha di PLBN.

Sesuai Instruksi Presiden sejak 2015 silam dimana Kementerian PUPR mulai mengembangkan zona inti Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yang diikuti dengan pembangunan sarana dan prasarana zona penunjang untuk mendukung kegiatan sosial-ekonomi masyarakat, seperti pasar, rest area, warung makan, dan toserba di 3 dari 7 PLBN, yakni Aruk di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Motaain di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan PLBN Skouw di Jayapura, Papua.

Pengembangan zona penunjang pada tahun 2017 sampai 2019 merupakan kelanjutan dari pengembangan Zona Inti PLBN yang telah selesai dibangun pada periode 2015-2016. Terselesaikannya pembangunan Zona Penunjang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar serta mendekatkan dunia usaha (UMKM) dengan konsumen untuk mempromosikan brand dan produk lokal, termasuk kuliner.

“Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang dikutip laman PU, Kamis (14/5).

Di PLBN Aruk, dukungan pembangunan ekonomi kawasan perbatasan dilakukan melalui pembangunan pasar yang terdiri dari 24 kios, rest area, dan fasilitas food court. Selain itu, pada tahap II juga diselesaikan infrastruktur penunjang diantaranya gedung karantina, mess pegawai, sarana ibadah, Toserba, dan sarana parkir dengan biaya Rp 210 miliar. Saat ini pengembangan PLBN Aruk tengah memasuki tahap III yang meliputi pembangunan Patung Sukarno, rumah karyawan, Gedung Incinerator, penataan Landscape Zona Sub Inti, bangunan X-ray, dan sarana pendukung lainnya dengan anggaran Rp 117 miliar.

Selanjutnya PLBN Motaain di NTT. Setelah menyelesaikan pembangunan tahap I atau Zona Inti PLBN Motaain pada 2016, Kementerian PUPR melakukan pengembangan pada Zona Penunjang. Saat ini juga tengah dilaksanakan pekerjaan fisik tahap III dengan anggaran Rp 100 miliar meliputi Patung Soekarno, mess pegawai BNPP, toilet umum, dan sarana lainnya. Lahan yang digunakan untuk zona penunjang seluas 8,8 hektar dengan luas bangunan 5.194 m2.

Hal yang sama juga dilakukan pengembangan Zona Penunjang PLBN Skouw di Jayapura, Papua sejak 2017 dan seluruh progres fisiknya telah selesai 100%. Pembangunannya berada di atas lahan seluas 12,20 hektar dengan total luas bangunan 9.921 m2, yang meliputi rumah dinas pegawai, Wisma Indonesia, gedung serbaguna, masjid, gereja, fasilitas umum (rest area, ATM Center), fasilitas sosial (ruang terbuka hijau), dan pos TNI/POLRI.

Pada Zona Penunjang PLBN Skouw juga dibangun area pasar sebanyak 304 kios di atas lahan seluas 3.600 m2. Total biaya pembangunan sarana dan prasarana pendukung PLBN Skouw sebesar Rp 246,5 miliar untuk tahap II dan Rp 129 miliar tahap III.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.