Kepala BNPB, Doni Monardo, saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas), Senin (11 Mei). (Foto: Humas Setkab)

Doni Monardo: Pelajari Penanganan Covid-19 Tiap Daerah PSBB

(Beritadaerah – Nasional) Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, saat memberikan keterangan pers, Selasa (12/5), menyampaikan evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Setiap daerah agar bisa saling belajar termasuk juga bagi provinsi yang tidak melaksanakan PSBB.

Gubernur yang hadir untuk daerah yang telah menetapkan status PSBB adalah Jawa Barat, DKI, dan Sumatra Barat, sedangkan provinsi yang tidak menetapkan status PSBB yaitu DIY. “Adapun yang tidak utuh, artinya sebagian wilayahnya ada yang PSBB sebagian lagi tidak, yaitu Jawa Timur dan Jawa tengah. Khusus Jawa tengah hanya satu kota saja yaitu kota Tegal,” kata Kepala BNPB.

Sejumlah gubernur, lanjut Kepala BNPB, melaporkan kepada Presiden tentang keberhasilan dan juga kendala-kendala yang ditemui. Ia menyampaikan dari Jawa Timur melaporkan untuk pemerintah pusat membantu menambah ruang isolasi, terutama mengantisipasi sejumlah kasus pertambahan terkonfirmasi positif di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur meminta dukungan sejumlah mesin PCR. Gubernur Jawa Tengah juga melaporkan tentang penataan pasar dan melakukan tracing khususnya klaster yang berasal dari Gowa yang jumlahnya mencapai cukup banyak yaitu 1.118 orang.

Untuk Gubernur Daerah (Istimewa) Yogyakarta, menurut Ketua Gugus Tugas, melaporkan kepada Presiden tentang masalah larangan mudik.

Presiden, menurut Ketua Gugus Tugas, menegaskan pemerintah pusat tidak memaksakan PSBB pada daerah-daerah. Daerah-daerah boleh memilih pendekatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing, termasuk memanfaatkan kearifan lokal dalam rangka meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

 “Kemudian selanjutnya dapat kami sampaikan bahwa hampir semua provinsi yang sudah menetapkan status PSBB itu mengalami penurunan pasien rawat inap secara signifikan,” imbuhnya.

DKI sudah di bawah 60%, Sumatra Barat pasien di RSUP M. Djamil Padang berjumlah 46 orang dari jumlah bed yang tersedia yaitu 112 bed. Kemudian juga di Jawa Barat pasien yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk kasus COVID berjumlah 30 orang, sementara total bed yang ada adalah 135 bed.

4 Penekanan Presiden

Pada kesempatan itu, Kepala BNPB juga menyampaika  beberapa penekanan dari Presiden, yakni:

Pertama, Presiden memberikan apresiasi kepada seluruh Gubernur yang telah bekerja keras untuk menekan laju kasus penambahan positif di masing-masing daerah, termasuk meningkatkan pasien menjadi sembuh dan mengurangi angka kematian.

Kedua, Presiden menekankan baik kepada provinsi yang telah memilih PSBB maupun yang non PSBB adalah ketaatan dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan; jaga jarak, pakai masker, cuci tangan.

Ketiga, Presiden juga tekankan melakukan testing secara masif, tracing secara agresif, dan isolasi yang ketat, artinya setelah seseorang diputuskan positif Covid dan juga masyarakat yang sudah terpantau sebagai ODP agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah.

Keempat, Presiden tekankan dinamika setelah selesai Lebaran sangat tergantung dari perkembangan yang terjadi di semua daerah.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center