Pandemi COVID-19, Menparekraf Ajak Anak Muda Optimistis Pada Masa Depan

(Beritadaerah – Jakarta) Menghadapi perubahan perilaku manusia (new normal) termasuk perubahan perilaku berwisata, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengajak anak muda generasi Z dan milenial untuk tetap optimistis. Hal tersebut disampaikan oleh Menparekraf saat konferensi virtual I’M Milenial dan Generasi Z dengan tema “Tantangan, Harapan dan Masa Depan New Normal”, Minggu (10/5). Virtual meeting yang dihadiri lebih dari 100 peserta tersebut dipandu Stella Nau dan juga menghadirkan Anggota DPR RI Komisi VII Maman Abdurrahman dan Chief Executive I’M Gen Z Budi Setiawan.

Menparekraf Wishnutama juga menjelaskan situasi pandemi memang tidak mudah bagi pariwisata untuk bertahan atau berkembang, apalagi seluruh dunia merasakannya. Menurutnya, sektor pariwisata paling terdampak karena pariwisata tergantung pada kunjungan orang. Sedangkan saat ini tidak memungkinkan dilakukan kunjungan.

“Yang terpenting, adalah kita harus optimistis pada masa depan kita. Kita meyakini pasca pandemi masa depan pariwisata kita akan luar biasa. Untuk jadi pemenang jangan ada sifat pesimistis. Pemenang mencari kesempatan, bukan kekurangan. Buat generasi muda, ayo cari apa kesempatan yang ada. Hal ini tidak bisa dipelajari, tapi harus dicari sendiri,” kata Wishnutama dalam keterangan resminya kepada Beritadaerah.co.id, Senin (11/5).

Dipaparkan oleh Wishnutama, sebelum pandemi COVID-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menyusun berbagai skenario strategis yang sifatnya sangat dasar dalam rencana kerja tahun 2020 seperti fasilitas wisata yang sesuai standard higienitas, kebersihan toilet, keselamatan, keamanan. Namun dalam masa pandemi ini, pihaknya berkoordinasi dengan K/L sekuat tenaga mencari cara untuk mempercepat langkah pemulihan sektor parekraf. Karena negara lain juga akan berusaha keras untuk mendatangkan wisatawan.

New normal berikutnya, lanjut Wishnutama, adalah era digital. Dimana era digital saat ini sangat terakselerasi dengan cepat. Ia menjelaskan, dalam kondisi seperti ini semua orang dipaksa melakukan aktivitas secara digital. Yang artinya, ada potensi digitalisasi yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPR Komisi VII Maman Abdurrahman juga mengakui dalam menghadapi pandemi COVID-19 tidaklah mudah. Ia menjelaskan negara maju seperti Amerika saja kewalahan. Untuk itu langkah yang diambil pemerintah harus diapresiasi. Banyak sektor yang terdampak. Tapi memang sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang paling terimbas.

Seperti diketahui, pandemi COVID-19 telah membuat perilaku manusia yang baru (new normal) yang berbeda dan berubah dari perilaku sebelumnya. Perilaku yang jauh lebih peduli terhadap kesehatan dengan selalu menggunakan masker, rutin mencuci tangan, menjaga kekebalan tubuh, olahraga, makan makanan bergizi, hingga selalu menjaga jarak aman untuk menghindari rantai penularan COVID-19. Perubahan perilaku tersebut juga kemungkinan besar akan terjadi pada wisatawan saat berkunjung ke destinasi.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).