Ilustrasi Pembubidaya Ikan (Foto: Kemkominfo)

Pembudidaya Ikan Mandiri Dapat Bantuan Pakan Ikan 136 Ton

(Beritadaerah – Nasional) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pendistribusian bantuan pakan sebagai kebutuhan utama dalam proses budidaya ikan, khususnya untuk pembudidaya ikan skala kecil.

Selama masa pandemi Covid-19 berlangsung di Indonesia, KKP telah menggelontorkan bantuan pakan ikan sebanyak 136 ton kepada pembudidaya ikan di 24 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia,sejak Maret 2020.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menyampaikan bahwa akselerasi bantuan diberikan sebagai motivasi bagi pembudidaya untuk tetap semangat melakukan proses produksi. Selain memastikan roda ekonomi pembudidaya dapat terus berjalan, hasil produksi juga turut memiliki andil dalam menjaga ketahanan sumber pangan berprotein tinggi seperti ikan yang dibutuhkan dalam masa pandemi ini.

“Bantuan pakan ikan sebagai salah satu komponen terpenting dalam proses akuakultur terus kami dorong penyalurannya. Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), pemerintah sangat serius dalam menjalankan tanggung jawab memproduksi pakan ikan mandiri berkualitas untuk dapat didistribusikan kepada pembudidaya,” ujar Slamet di Jakarta, Jumat (8/5/2020).

Bantuan ini juga merupakan bentuk stimulus dari pemerintah karena di beberapa daerah ada pembudidaya yang harus memperpanjang masa pemeliharaan ikan karena penjualan yang akan menurun. Pakan yang dihasilkan oleh UPT DJPB telah mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI), sehingga memiliki kualitas yang baik serta mampu bersaing dengan pakan komersil.

Selain memberikan bantuan pakan mandiri secara langsung, KKP melalui Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari) terus mendorong pembudidaya untuk dapat mandiri menghasilkan pakan ikan sendiri.

Sebagai gambaran, untuk tahun 2020, KKP akan memberikan bantuan mesin dan bahan baku pakan ikan sebanyak 60 paket yang akan dialokasikan untuk pembudidaya ikan skala kecil di 25 provinsi di seluruh Indonesia. Bantuan yang diberikan sebanyak 1.050 ton pakan ikan untuk tahun ini.

Slamet yakin dengan pemanfaatan bantuan secara seksama oleh pembudidaya, pakan ikan mandiri akan dapat menjadi faktor pengungkit pendapatan pembudidaya karena terbukti dapat menurunkan biaya produksi. “Dengan berbagai keterbatasan sebagai dampak pandemi Covid-19, kami terus berupaya untuk dapat tetap memberikan pelayanan dan dukungan kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha budidaya agar mampu melalui ujian ini secara bersama,” pungkasnya.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center