Petani Coklat di Sulawesi Tenggara (Foto: Kemkominfo)

Petani Kakao Sultra Kini Bisa Panen Sepanjang Tahun

(Beritadaerah – Nasional) Upaya peningkatak produktivitas kakao yang dilakukan di Desa Puudambuu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan peningkatan. Sebelumnya petani rata-rata hanya mampu menghasilkan 0,5 – 1,5 ton/Ha, namun berkat pendampingan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian, saat ini produksi kakao di Tanah Anoa tersebut meningkat hingga 3 ton/Ha.

Salah satu petani, Haji Masse, mengungkapkan rasa senangnya karena musim ini hasil kakao meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Petani kakao yang mempunyai lahan seluas 4 hektar ini juga mengungkapkan bahwa tanaman kakao kini tumbuh subur dan berbuah lebat.

“Kami terus mengadopsi inovasi teknologi yang telah diterapkan pada tanaman kakao, sehingga para petani dapat menikmati hasil panen yang meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya dan hal ini berdampak pada pendapatan yang kami peroleh,” akunya saat ditemui di kebun miliknya, Rabu (29/4/2020).

Sebelum memperoleh pendampingan teknologi, pada musim kemarau petani di wilayah ini membiarkan tanamannya karena tidak berbuah. Dengan pendampingan budidaya tanaman kakao, terbukti tanaman kakao bisa berbuah di luar musim atau saat musim kemarau. “Saat ini kami bisa memanen kakao sepanjang tahun. Bahkan sekarang kami dapat panen setiap minggu.” ungkap Masse.

Ditempat terpisah, Kepala BPTP Sultra, Muhammad Sidiq membenarkan perkembangan hasil kakao eks lokasi Gelar Teknologi Kakao HPS-39 ini sangat menggembirakan. Pasca pelaksanaan HPS ke-39 BPTP Sultra intens mengamati perkembangan kakao ke lokasi eks gelar teknologi di Puudambu.

“Apalagi saat kakao mulai berbuah dan memasuki puncak panen pada bulan Mei, kami akan semakin intens memantau perkembangannya,“ ungkapnya.

Menanggapi keberhasilan pendampingan teknologi kakao di Puudambu, Kepala Balai Besar Pengkajian Teknologi dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), M. Taufiq Ratule mengatakan, masyarakat telah diperkenalkan pada banyak hal baru dalam bertani kakao yaitu melalui pendekatan teknologi. Hal ini menurutnya menjadi bagian komitmen Balitbangtan untuk terus mengembangkan teknologi yang dibutuhkan petani.

“Berbagai informasi baru tersebut antara lain kakao berbuah lebat di luar musim, benih kakao hasil sambung pucuk, serta teknologi optimalisasi pemanfaatan lahan diantara kakao adalah melalui pengembangan tanaman pangan menggunakan varietas unggul padi ladang, jagung, kedelai serta aneka kacang dan umbi tahan naungan,” pungkasnya.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center