(Beritadaerah – Nasional) Dalam penanganan pandemik COVID-19, kebutuhan alat kesehatan berupa ventilator sangat penting, untuk itu Badan Penelitian dan Pengembangan (Badan Litbang) Kementerian ESDM tengah menyempurnakan inovasi ventilator mekanik.

Badan Litbang Kementeraian ESDM berharap dapat segera memperoleh sertifikasi dari Balai Pengawasan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Jakarta, sehingga dapat diimplementasikan untuk membantu pernafasan pasien COVID-19.

Riset ventilator dipimpin langsung oleh Kepala Badan Litbang ESDM Dadan Kusdiana dan dikerjakan oleh tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKETBTKE) dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB) “LEMIGAS”.

“Riset ini sudah dimulai sejak 4 April 2020. Saat ini kita sedang melakukan penyesuaian agar 18 item yang disyaratkan BPFK, seperti pengaturan kebutuhan tekanan, volume tidal, dan jumlah nafas, dapat terpenuhi kita harapkan akan secepatnya selesai dan bisa membantu pasien COVID-19,” ujar Kepala Badan Litbang ESDM Dadan Kusdiana yang dikutip laman ESDM, Selasa (21/4).

Deden menjelaskan bahwa riset ventilator ini merupakan arahan Menteri ESDM, agar Badan Litbang ESDM berkontribusi aktif dalam penanganan pandemik COVID-19 melalui pembuatan ventilator yang murah dan aman dioperasikan untuk membantu pernafasan pasien COVID-19.

Inovasi ini telah mengikuti uji coba Ventilator Mekanik bersama empat tim pengembang ventilator lainnya yaitu Universitas Indonesia (UI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Insitut Teknologi 10 November (ITS) di RS Pertamina Jaya, Jakarta. Total ada 18 tim yang tengah mengembangkan ventilator di Indonesia, di antaranya Badan Litbang ESDM, BPPT, UI, ITB, ITS, UGM, RSAL Mintohardjo dan sejumlah industri otomotif.

Menteri BUMN Erick Thohir yang ikut menyaksikan acara uji coba mengatakan bahwa keberadaan ventilator sangat penting dalam penanganan COVID-19. Kementerian BUMN pun akan menugaskan PT LEN (Persero), PT Pindad (Persero) dan PT DI (Persero) untuk memproduksi ventilator tersebut dan didistribusikan oleh perusahaan alat kesehatan PT Indofarma Tbk (INAF).

Dalam menghadapi pandemi COVID-19, pemerintah juga telah menerima bantuan dari negara-negara tetangga, salah satunya dari yayasan amal Taiwan yang mengirimkan 15 set ventilator. Selain itu ada bantuan 140.000 set APD, 20.000 alat pelindung wajah dan masker medis sebanyak 300.000 buah. Alat medis seperti ini sangat dibutuhkan guna memberi perlindungan terbaik bagi para tenaga medis.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.