(Beritadaerah – Sumatera) Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga melakukan preservasi  Jalan Lintas Timur Sumatera, terutama jalur Lampung – Sumatera Selatan (Sumsel) – Jambi. Ruas jalan ini merupakan jalur vital yang menghubungkan berbagai pusat-pusat produksi, koleksi dan distribusi berbagai kebutuhan pokok masyarakat, termasuk alat-alat kesehatan. Upaya ini juga mendukung kelancaran distribusi logistik di tengah Pandemi Virus COVID-19. Preservasi berupa pemeliharaan rutin, rekonstruksi jalan dan pelebaran jalan menuju standar.

Guna memastikan preservasi ruas Jalan Lintas Timur Sumsel berlangsung dengan baik, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melakukan kunjungan kerja ke Sumsel, turut mendampingi Menteri PUPR yakni Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel Babel Syaiful Anwar, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

“Layanan jalan yang semakin baik akan menunjang kelancaran logistik, terutama pada masa Pandemi Covid-19 ini. Selain itu juga untuk menopang perekonomian masyarakat untuk mengangkut hasil bumi dan hasil produksi lainnya. Untuk itu kegiatan pemeliharaan jalan perlu segera dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol physical distancing untuk pencegahan penyebaran COVID-19, misal dengan pengawasan terhadap kondisi tenaga kerja yang fit/tidak, pembatasan jumlah pekerja dan tetap menjaga jarak aman (physical distancing),” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang dikutip laman PU, Selasa (21/4).

Pekerjaan preservasi rehabilitasi/rekonstruksi jalan nasional salah satunya dilaksanakan di Jalan Lintas Timur Sumatera Selatan (Sumsel) antara lain pada 3 ruas jalan yakni di Jalan Batas Provinsi Jambi-Paninggalan, Jalan Betung-Batas Kota Palembang, dan Jalan Batas Kota Palembang-Indralaya-Meranjat-Batas Kota Kayu Agung. Pada masa pandemi COVID-19, pekerjaan fisik di lapangan tetap berjalan dengan protokol ketat sesuai arahan dalam Instruksi Menteri PUPR Nomor 02 Tahun 2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.

Sebelumnya Kementerian PUPR juga telah melakukan preservasi di jalan nasional yang berada di Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur sepanjang 307 Km. Pada tahun 2020, anggaran infrastruktur jalan sebesar Rp 28,97 triliun digunakan untuk beberapa kegiatan seperti pembangunan jalan pelebaran jalan menambah lajur, pelebaran jalan menuju standar, rehabilitasi/rekonstruksi jalan, dan pemeliharaan rutin jalan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.