Ditengah Pandemi COVID-19, Ekspor Gula Merah Kelapa Yogyakarta Meningkat

(Beritadaerah – Yogyakarta) Menurut data Balai Karantina Pertanian Kelas II D.I Yogyakarta, produk unggulan kelapa Yogyakarta berupa gula merah kelapa telah di ekspor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Sepanjang bulan Januari hingga Maret 2020, volume ekspornya mencapai 311 ton dan nilai ekspor sebesar Rp 19,27 miliar.

Berdasarkan data BPS yang diolah Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan bahwa volume ekspor kelapa Indonesia hingga Februari 2020 mencapai 333,93 ribu ton dengan nilai ekspor sebesar US$ 171,23 juta. Volume ekspor ini meningkat 16,5% dibanding periode yang sama tahun 2019 yang hanya sebesar 286,72 ribu ton.

Suatu pencapaian yang sangat baik, ditengah pandemi COVID-19 yang terjadi di Tanah Air. Hasil olahan komoditas perkebunan Indonesia tetap dilirik dan diminati pasar dunia, khususnya gula merah kelapa. Beberapa negara menjadi tujuan ekspor dari gula merah kelapa seperti Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Serbia, Malaysia, Australia, Hongkong dan Turki, demikian yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono di Jakarta.

“Indonesia yang dikenal sebagai negara utama penghasil kelapa terbesar didunia saat ini, seharusnya dapat memanfaatkan peluang emas ini yang terbuka sangat lebar sebagai salah satu cara menggenjot arus ekspor barang atau produk Indonesia dipasar internasional dengan lebih efisien,” kata Kasdi yang dikutip laman Pertanian, Minggu (19/4).

Kasdi jelaskan kondisi saat ini menjadi kesempatan emas terbuka bagi para petani dan pelaku usaha gula merah kelapa atau aren. Kedepan diharapkan dapat meningkatkan kualitas olahan produknya sehingga dapat memiliki nilai tambah dan berdaya saing. Permintaan produk gula untuk diet dan kesehatan semakin meningkat.

Ditambahkan oleh Kasdi, saat ini perdagangan dunia sedang mengalami kendala yang disebabkan pandemic COVID-19, Ditjen Perkebunan meyakini permintaan akan produk-produk pangan yang dikonsumsi untuk kesehatan dan diet seperti gula merah selalu konsisten dibutuhkan pasar dunia, tinggal bagaimana strategi yang tepat untuk menjaga akses pasarnya tetap terbuka, tentunya dengan koordinasi yang intensif goverment to goverment (g to g), goverment to bussiness (g to b) dan bussiness to bussiness (b to b) atau melalui perwakilan dagang Indonesia di luar negeri.

Gula merah, khususnya dalam bentuk bubuk atau gula semut memiliki kandungan gula atau glukosa yang lebih rendah kalorinya dibandingkan dengan jenis gula lainnya. Gula semut juga sangat dianjurkan bagi penderita penyakit diabetes, agar kadar gula dalam darah dapat terkontrol.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).