(Beritadaerah – Banten) Kementerian Pertanian (Kementan) memperkirakan panen raya padi di Tanah Air akan berlangsung April dengan luas panen sekitar 1,73 juta hektar (ha). Berbagai upaya dilakukan pemerintah guna menjaga dan mengantisipasi agar harga gabah di tingkat petani tidak jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).

Salah satu wilayah di Indonesia yang telah memasuki masa panen raya padi adalah Provinsi Banten. Provinsi ini memulai panen raya pada Bulan Maret dan akan terus berlanjut hingga beberapa bulan kedepan. Dengan memperhitungkan ketersediaan serta kebutuhan bahan pokok beras dan diperkirakan dari April hingga Oktober 2020 panen raya maka Banten akan surplus sekitar 160.132 Ton, demikian yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid di Serang, Rabu (15/4).

“Neraca ketersediaan dan kebutuhan beras di Banten periode April sampai Oktober 2020 diperkirakan terjadi surplus 160.132 ton. Bulan April saja karena sudah masuk puncak musim panen diperkirakan surplus beras sekitar 127.994 ton,” kata Agus yang dikutip laman Pertanian, Kamis (16/4),

Agus mengatakan bahwa pada bulan Maret 2020 luasan lahan panen padi di Provinsi Banten mencapai 49.370 Ha dengan produksi gabah mencapai 255.342 Ton. Sedangkan luas panen padi pada bulan April ini sekitar 74.332 Ha dengan perkiraan target produksi gabah kering giling sekitar 384.445 Ton.

Dari hasil pengolahan atau penggilingan gabah kering itu diperkirakan menghasilkan 241.201 Ton beras dengan tingkat kebutuhan konsumsi pada bulan April sekitar 113.207 Ton. Dan perhitungan kebutuhan beras penduduk di Banten per kapita per tahun itu 101,2 kg.

Ditambahkan oleh Agus bahwa pada bulan Mei pane surplus sekitar 8.649 ton, pada Juni sekitar 6.334 ton, Juli meningkat lagi diperkirakan mencapai 18.336 ton dan Agustus meningkat lagi perkirakan mencapai 28.792 ton. Sehingga stok beras di Banten masih tetap aman.

Selain panen raya beras, petani Provinsi Banten juga turut melakukan panen jagung dengan luasan lahan mencapai 504 Ha dengan produksi mencapai 206 Ton jagung pipilan kering. Sentra-sentra yang sedang musim panen raya ada di wilayah Banten Selatan seperti di Kecamatan Panimbang, Patia, Pagelaran di Kabupaten Pandeglang dan juga di Kabupaten Lebak.

Sementara itu Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengatakan pada masa panen raya ini, Kementam menerapkan protokol kesehatan penanganan virus Covid-19. Selain itu, juga diupayakan prasarana dan sarana pasca panen guna membantu petani dan menyelamatkan hasil panen.

Suwandi menambahkan pihaknya juga sedang menjajaki Kostraling bekerjasama dalam pemasaran online dalam menjual beras ke masyarakat. Selain itu, pemerintah juga sedang merancang bantuan untuk penggilingan jika harga gabah turun di bawah HPP.

Kementan menyatakan bahwa puncak panen di Tanah Air akan terjadi pada April dengan luas 1,73 juta ha dengan produksi 5,27 juta ton beras dan berlanjut pada Mei dengan luas panen sekitar 1,38 juta ha atau setara dengan produksi 3,81 juta ton beras. Luas panen Mei ini masih lebih tinggi dari Maret yang lalu.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.