(Beritadaerah – Lombok) Dalam rangka penanganan dan pencegahan penyebaran COVID-19, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun sinergi dengan Pemerintah Daerah, salah satunya dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan memanfaatkan bangunan rumah susun (Rusun) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kayangan Lombok Timur, NTB sebagai lokasi karantina masyarakat terjangkit virus COVID -19.

“Kementerian PUPR bersama Pemda setempat menjadikan Rusun DKP untuk nelayan di Kabupaten Lombok Timur sebagai tempat isolasi orang dalam pemantauan (ODP) kasus kontak COVID -19,” kata Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Perumahan Provinsi NTB Rini Dyah Mawarti yang dikutip laman PU, Rabu (15/4).

Menurut Rini, pemanfaatan bangunan Rusun Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Nelayan tersebut digunakan sebagai lokasi isolasi pasien yang diduga mengidap COVID-19 tersebut dilaksanakan berdasarkan surat dari Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid tanggal 3 April 2020 kepada Bupati Lombok Timur mengenai pemanfaatan segera Rusun tersebut. Pemanfaatan Rusunawa ini, SNVT Perumahan NTB telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur guna menjadikan Rusunawa ini sebagai tempat isolasi masyaraka.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Lombok Timur Sahri menceritakan bahwa seharusnya Rusunawa yang dibangun oleh Kementerian PUPR pada tahun 2016 ini dihibahkan pada 2018 lalu, tapi karena bencana gempa bumi maka serah terima tersebut ditunda.

Berdasarkan data yang dimiliki SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi NTB, Rusunawa ini dibangun sebanyak satu Twin block setinggi lima lantai. Jumlah unit hunian di Rusunawa ini berjumlah 114 unit dengan ukuran hunian tipe 24. Untuk meningkatkan kenyamanan bagi para penghuninya, Kementerian PUPR telah melengkapi setiap unit hunian dengan sejumlah meubelair seperti meja, kursi, lemari pakaian dan tempat tidur.

Terkait dengan pemanfaatan Rusun ini, Ruangan isolasi pasien COVID-19 hanya menggunakan unit hunian di lantai 3, 4 dan 5 sebanyak 72 ruang. Pemda pun telah membatasi akses keluar masuk Rusunawa tersebut sesuai dengan protokol kesehatan dan penjagaan gedung diperketat melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja dan Aparat Kepolisian.

Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Rabu (15/4), jumlah pasien positif COVID-19 ada 41 pasien, dengan rincian 32 pasien sedang dirawat, 7 pasien sembuh dan 2 pasien meninggal. Ada 4 rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan COVID-19 di NTB antara lain RSUD Provinsi NTB, RSUD Dr. R. Soedjono Selong, RS H. L. Manambai Abdulkadir, dan RSU Bima.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.