(Beritadaerah – Nasional) Dalam rangka penanganan wabah Covid-19, Industri harus melakukan refocusing terhadap pembangunan di bidang alat kesehatan, obat-obatan maupun vitamin. Hal tersebut diungkapkan Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, usai mengikuti Rapat Terbatas (ratas) melalui daring, Rabu (15/4).

”Bapak Presiden mempunyai target bahwa kebutuhan-kebutuhan untuk alat kesehatan, obat-obatan dan vitamin ke depan itu bisa sepenuhnya disuplai oleh industri dalam negeri. Karena tentu kita juga percaya terhadap kemampuan dari industri dalam negeri sendiri untuk memproduksi alat kesehatan, obat-obatan, vitamin,” ujar Menperin.

Pemerintah mendorong agar OMAI (Obat Modern Asli Indonesia) yang merupakan sejenis suplemen, 100 persen bahan bakunya melalui proses herbal dan semua nilai tambahnya akan ada di Indonesia karena negara yang sangat kaya dengan herbal itu sendiri.

Presiden Joko Widodo menekankan agar industri melihat peluang-peluang yang bisa dikembangkan dalam kondisi yang sangat sulit ini. Betul-betul bisa melihat industri-industri yang demand-nya sangat tinggi.

Agus Gumiwang menyampaikan,industri dengan demand tinggi saat ini pasti industri yang berkaitan dengan penanganan-penanganan Covid seperti alkes, vitamin, obat-obatan, serta makanan dan minuman.

Berkaitan dengan industri garmen dan standar Alat Pelindung Diri (APD), Menperin menyampaikan bahwa BNPB sudah melakukan kerja sama dengan Balai Besar Tekstil yang ada di bawah Kemenperin. Dari kolaborasi antara BNPB dan Balai Besar Tekstil dan API (Asosiasi Pertekstilan Indonesia) telah mampu dipoduksi APD sesuai dengan standar WHO. ”Sudah disesuaikan dengan standar WHO dan ini APD yang dalam waktu dekat akan bisa diproduksi 16.000 unit per hari. Jadi untuk standar WHO kami bekerja sama dengan BNPB dan juga dengan API (Asosiasi Pertekstilan Indonesia) untuk memenuhi standar WHO,” tambah Menperin.

Mengenai  Ventilator, Kemenperin telah berkoordinasi dengan empat kelompok pengembang ventilator, yakni kelompok Universitas Indonesia, Yogya (Universitas Gadjah Mada, dari PT. PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri, dari PT. Stechoq, PT Swayasa Prakasa), kemudian ITB, yaitu partner industrinya dibina oleh Kementerian BUMN, serta Institut Teknologi Surabaya.

Rencananya mereka akan memproduksi jenis ventilator yang high grade, sementara kelompok pengembang lainnya sebagian besar memproduksi yang low cost.

Sebagian besar dari kelompok pengembang industri akan memulai produksinya sekitar bulan April 2020 ini. Khusus kelompok Yogya karena memang yang akan mereka produksi adalah high grade, akan dimulai sekitar bulan Mei dan Juni.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.