(Beritadaerah – Jakarta) Penjualan produk buah impor seperti jeruk, lengkeng, apel dan pir mengalami penurunan dampak penyebaran virus COVID-19, hal tersebut akibat terganggunya jalur distribusi sehingga mengakibatkan lonjakan harga di dalam negeri. Namun sebaliknya dengan komoditas hortikultura lokal khususnya permintaan sayur dan buah segar mengalami peningkatan. Kenaikan permintaan ini disampaikan oleh Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo di Jakarta. 

Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo tetap optimis bahwa komoditas pertanian Indonesia bisa tetap stabil. Penurunan penjualan buah impor khususnya buah asal Tiongkok, berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai toko buah di Jakarta.

“Jumlahnya menurun tajam. Berdasarkan data BPS, impor buah-buahan pada bulan Februari pada tahun 2020 sebanyak 14,5 ribu ton, turun 45 persen dibandingkan impor di bulan sebelumnya. Kalau dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2019, impor buah turun hingga 54 persen,” ujar Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Liferdi Lukman dikutip laman Kementan, Rabu (8/4).

Liferdi menyebutkan kondisi pandemi COVID-19 ini berdampak langsung terhadap impor buah-buahan asal Tiongkok seperti jeruk, lengkeng, apel dan pir. Kondisi ini justru membuka peluang besar bagi buah-buahan lokal untuk mengisi pasar, menggantikan buah impor. 

Ditambahkan oleh Liferdi bahwa buah-buahan lokal musiman seperti manggis, duku, alpukat, buah naga, jeruk saat ini sedang panen. Bahkan buah-buahan semusim seperti pisang, jambu biji, papaya, salak, semangka dan melon terus berbuah sepanjang tahun dan secara umum mencukupi. 

Dalam kondisi wabah ini, ada beberapa buah yang mengalami lonjakan permintaan diantaranya jambu biji, jeruk lemon dan alpukat. Buah-buahan tersebut dikenal kaya serat, vitamin C, E, dan antioksidan serta bagus untuk daya tahan tubuh sehingga mampu menangkal virus Corona. Disinyalir sekitar 85 persen yang positif Corona tidak menunjukkan gejala karena memiliki imunitas yang baik. Buah-buahan tersebut banyak diproduksi oleh petani-petani kita.

Sentra produksi jambu biji merah banyak tersebar di daerah Bogor, Sukabumi, Majalengka, Cirebon, Kuningan sedangkan untuk jeruk lemon banyak diproduksi oleh petani dari Kabupaten Bandung, Bandung Barat dan daerah lainnya di Jawa Timur, ungkap Liferdi.

Lebih lanjut Liferdi menjelaskan, bahwa ditengah pandemi COVID-19, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan ketersediaan buah-buahan lokal seperti melalui pasar online. Pihak Kementerian Pertanian menyiapkan sistem informasi peta ketersediannya agar pasar online ini dapat akses langsung kepada petani. 

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

 

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.