(Beritadaerah – Banten) Mengantisipasi kemungkinan apabila Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan, Pemerintah Provinsi Banten menyatakan siap, karena ketersediaan stok pangan di Banten terutama beras, dalam kondisi aman.

Banten memiliki empat wilayah yang merupakan lumbung padi yaitu Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak.

“Walaupun Covid-19 ini semakin meluas penyebarannya, kami optimis. Dinas Pertanian bersama stakeholder yang lain bisa menyediakan beras bagi masyarakat Banten,” kata Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Banten, Asep Mulya Hidayat, Selasa (7/4/2020).

Pada bulan Maret, produksi gabah di Banten mencapai 255.342 ton atau setara dengan 160.202 ton beras. Sedangkan panen bulan April diperkirakan 384.44 ton gabah atau setara dengan 241.200 ton beras.

“Kebutuhan konsumsi beras bulan April diperkirakan sekitar 113.200 ton. Jadi, ada surplus beras sekitar 128.000 ton. Dan Bulog diharapkan dapat membeli surplus beras petani ini,” ungkap Asep.

Ketersediaan bahan pangan yakni beras sebanyak 25.653.591 ton dengan kebutuhan 15.099. 846 ton. Jagung sebanyak 13.741.071 ton dengan kebutuhan 9.096.555 ton. Bawang merah sebanyak 1.060.857 ton dengan kebutuhan 701.482 ton. Cabai besar 657.467 ton dengan kebutuhan 551.261 ton. Daging ayam ras 2.063.086 ton dengan kebutuhan 1.737.216 ton dan minyak goreng 23.392.557 ton dengan kebutuhan 4.419.180 ton.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan jangan ada yang membuat isu yang mengkhawatirkan. Sehingga pemerintah bisa berkerja fokus dalam menyediakan kebutuhan pangan. Disampaikan juga oleh Mentan Syahrul bahwa ketersediaan beberapa bahan pangan seperti, beras, jagung, gula, minyak, daging, telur, bawang dan cabai mencukupi untuk Maret hingga Agustus 2020.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.