(Beritadaerah – Jakarta) Pemerintah menargetkan ekspor udang vaname dapat mengalami peningkatan sebesar 250 persen hingga tahun 2024, demikian yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan saat melaksanakan video conference Rakor Mengenai Percepatan Peningkatan Produktivitas Budidaya Udang Vaname, di Jakarta pada Selasa (7/4).

Hadir dalam Video conference Rakor Mengenai Percepatan Peningkatan Produktivitas Budidaya Udang Vaname antara lain Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ESDM Arifin Taslim, Menteri LHK Siti Nurbaya, Mendagri Tito Karnavian, Menteri KP Edhy Prabowo, Menteri ATR-BPN Sofyan Djalil, Menteri PPN-Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan perwakilan k/l lainnya.

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu varietas udang yang paling banyak diminati oleh petambak. Varietas ini memiliki beberapa keunggulan di bandingkan dengan varietas udang lainnya dan memiliki nilai jual yang tinggi.

“Walaupun kita sedang Work From Home (WFH), namun jangan dijadikan alasan, koordinasi harus tetap kuat. Presiden sudah memerintahkan hal tersebut, dan respon masyarakat juga sangat ingin itu terwujud. Apalagi permintaan pasar dunia akan udang vaname ini sangat tinggi, sekitar Rp 90 triliun akan kita targetkan untuk tahun 2024,” ujar Menko Luhut yang dikutip laman Maritim, Selasa (7/4).

Budidaya udang vaname ini, menurut Menko Luhut dapat dijadikan sebagai proyek strategis nasional, yang dampaknya dapat membuka lapangan kerja lebih luas lagi bagi masyarakat. Kemudian, Menko Luhut juga mengarahkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, agar berfokus dalam hal budidaya, kalender pendanaan, dan diadakan pelatihan-pelatihan di setiap daerah potensial.

Menko Luhut menyarankan supaya sebelum bulan suci Ramadhan, sudah ada laporan mengenai berapa kebutuhan di setiap daerah. UKM-UKM juga disinergikan, Perbankan pun perlu kita dorong agar masuk di proyek ini. Salah satu kuncinya ada di pelatihan, jadi masyarakat bisa lebih profesional dan mempunyai manajemen yang baik dalam mengelola tambak.

Menteri Edhy Prabowo menyatakan siap menindaklanjuti arahan dari Presiden, ia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk mencapai target tersebut. KKP telah menetapkan target nilai produksi pada tahun 2024 senilai Rp 90,30 triliun, sedangkan pada tahun 2019 nilainya sebesar Rp 36,22 triliun. Untuk produksi dari 517.397 ton pada tahun 2019, menjadi sebesar 1.290.000 ton pada 2020. Target kawasan, dibutuhkan sekitar 86 ribu hektar lahan tambahan hingga tahun 2024.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

 

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.