Ilustrasi: Presiden Joko Widodo mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis 26 Maret 2020. (Foto: Setkab)

Pujian IMF Pada Ekonomi Indonesia

Menurut Kristalina Georgieva Managing Director IMF, Indonesia selama setahun terakhir telah melakukan banyak hal untuk membangun fundamental dan buffer makroekonomi yang sangat kuat untuk menjaga kemungkin Indonesia masuk dalam krisis. Pernyataan ini disampaikan oleh Kritalina Georgieva menjawab pertanyaan mengenai dampak wabah Covid 19 pada World Health Organization Press Briefing 3 April , 2020.

Indonesia juga menghadapi kebutuhan penambahan likuiditas dolar. Kondisi ini adalah hal yang perlu diperjuangkan oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Seperti banyak negara dengan ekonomi pasar berkembang lainnya, Indonesia mengalami aliran modal banyak yang keluar, jumlahnya signifikan, dan itu membuat jauh lebih sulit bagi Indonesia. Karena ada penurunan produksi dan dengan kata lain, penurunan pendapatan. Sementara secara bersamaan, kebutuhan untuk mendukung bangsa dalam krisis ini sangat besar, Presiden Jokowi telah mengalihkan dana sebesar Rp 405 triliun, untuk menangani wabah Covid 19 ini.

Langkah-langkah Bank Indonesia dan Kemenkeu juga dipuji oleh Kristina. Menurutnya apa yang dilakukan Indonesia sangat baik, Indonesia memiliki respons yang terkoordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Sentral, sehingga langkah-langkah yang diambil memberikan dampak yang signifikan.

Kristina juga menambahkan, buat IMF langkah Indonesia sangat mengesankan, terutama dalam perhatian Indonesia terhadap masalah perlindungan perusahaan, terutama UKM (Usaha Kecil dan Menengah) pada periode ini, yang memungkinkan – ketika pemulihan datang – bagi Indonesia untuk segera meningkat. Ini dipikirkan dengan sangat baik melalui ukuran fiskal yang ditargetkan. Lebih lanjut IMF berjanji akan banyak mengeluarkan instrumen yang sesuai untuk ekonomi pasar berkembang dalam mengatasi masalah likuiditas.

Disisi lain Economist Intellegence Unit (EIU) juga memperkirakan Indonesia tidak akan masuk dalam resesi. Setelah dunia mengalami wabah coronavirus, EIU telah merevisi perkiraan pertumbuhan untuk semua negara di seluruh dunia. Hasilnya melukiskan gambar yang suram. Di seluruh negara-negara G20, semua kecuali tiga negara akan mengalami resesi tahun 2020 ini. Ekonomi global akan berkontraksi sebesar 2,2%. Namun ada tiga negara yang tidak terkena resesi itu termasuk diantaranya adalah Indonesia.

Revised growth forecasts for G20 Countries in 2020

Sumber : Economist Intellegence Unit (EIU)

Pujian dari IMF dan didukung hasil kajian Economist Intellegence Unit (EIU) menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tetap memberikan harapan di tengah krisis yang melanda dunia. Volume impor BBM yang telah turun selama tiga tahun terakhir karena dampak Bio Diesel, dan porsi Surat Utang Negara (SUN) dalam mata asing sudah berkurang. Membuat melemahnya nilai rupiah tidak memberikan tekanan yang signifikan bagi Indonesia.

Indonesia masih memiliki ruang untuk memiliki stimulus ekonomi baik di sektor real maupun moneter, sehingga meskipun kondisi pajak yang turun, pendapatan yang menurun, diharapkan ekonomi Indonesia tetap stabil.

Kondisi inilah yang membuat Indonesia mendapatkan pujian dari IMF Indonesia sebagai negara yang kuat dan data Economist Intellegence Unit (EIU) memperkuatnya. Semangat Indonesia Maju!

About Fadjar Dewanto

Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.